• March 4, 2024

Ternyata Pemain Bintang Ini Pernah Hampir Gabung Chelsea

Setelah dua kali bikin Liverpool gigit jari, Chelsea akhirnya kena karmanya. Klub asal London itu harus menelan pil pahit dalam ajang perburuan gelandang muda berbakat milik Crystal Palace, Michael Olise.

The Blues dilaporkan berniat menebus klausul sang pemain yang berada di angka 35 juta pound atau Rp682 miliar. Namun, Palace enggan melepas talentanya itu. Mereka malah menyusun kontrak baru untuk Olise.

Sang pemain pun akhirnya memilih bertahan ketimbang bergabung ke proyek Chelsea yang belum jelas arahnya kemana. Bagi Chelsea, ini bukan kali pertama mereka gagal mendapatkan pemain incarannya. Buktinya, pemain-pemain bintang ini tercatat pernah hampir bergabung dengan klub. Siapa saja pemain tersebut?

Alisson

Pemain pertama yang gagal bergabung dengan Chelsea meski sudah sepakat adalah Alisson Becker. Pemain yang kini membela Liverpool itu pernah diisukan bakal bergabung dengan Chelsea pada tahun 2018. Namun, kesepakatan batal hanya gara-gara keraguan sang pemain. 

Saat itu The Blues benar-benar membutuhkan kiper baru karena Thibaut Courtois ngotot ingin gabung dengan Real Madrid. Alisson yang masih terdaftar sebagai pemain AS Roma pun antusias ketika mendengar ada ketertarikan dari Chelsea. Ia bahkan merasa dihargai karena perwakilan Chelsea langsung datang ke Roma.

Namun sebelum masuk tahap negosiasi dengan klub, Chelsea justru menunda pembicaraan soal harga dan memilih membujuk Courtois agar tetap bertahan. Nah, sikap inilah yang membuat Alisson ragu. Ia takut apabila menerima pinangan The Blues, ia hanya dijadikan kiper pelapis.

Di tengah keraguan itu, Liverpool diam-diam masuk untuk menggoda sang pemain. Allison yang tak mau kena PHP dari Chelsea akhirnya bergabung dengan Liverpool dengan mahar 62 juta pounds. Sedangkan Chelsea tetap kehilangan Courtois di bulan Agustus. Karena panik akhirnya Chelsea menebus mahal Kepa Arrizabalaga dari Athletic Bilbao.

Robinho

Nama besar lain yang hampir bergabung dengan Chelsea adalah Robinho. Di masa keemasannya, Robinho diminati banyak klub. Real Madrid jadi yang beruntung mendapatkan talenta yang dijuluki The Next Pele itu.

Tapi sepertinya Robinho tak betah di Spanyol. Oleh karena itu sang pemain memaksa hengkang pada tahun 2008. Chelsea jadi salah satu yang paling berminat pada Robinho dan sang pemain pun tak keberatan karena ingin bereuni dengan mantan pelatihnya di Brazil, Luiz Felipe Scolari. 

Namun lagi-lagi Chelsea gegabah. Dilansir Marca, Real Madrid tak suka dengan cara Chelsea yang belum meresmikan transfer tapi sudah lancang menjual jersey Robinho di toko resmi klub. Pada akhirnya kesepakatan pun batal dan Robinho tetap pindah ke Inggris. Namun bukan untuk Chelsea, melainkan ke Manchester City.

Sergio Aguero

Setahun setelah gagal mendapatkan Robinho, Chelsea kembali gagal mengamankan jasa bomber tajam asal Amerika Latin lainnya. Dia adalah Sergio Aguero. Meski masih berusia 21 tahun, ketajaman Aguero di mulut gawang sudah tak diragukan lagi. Aguero sudah mencetak 19 gol dan membawa Atletico Madrid menjuarai Europa League musim 2009/10.

Chelsea yang ingin memperkuat lini depan akhirnya menjadikan Aguero sebagai target utama di bursa transfer tahun 2010. Kesepakatan sudah di depan mata andaikan Chelsea menyetujui angka yang diminta Atletico Madrid.

Chelsea sudah menawarkan 30 juta pound (Rp585 miliar) untuk Aguero, tapi Atletico meminta lebih. Roman Abramovich enggan meningkatkan tawaran karena agen Aguero sudah meminta 5 juta pound (Rp97 miliar) hanya untuk uang pelicin.

Gagalnya kesepakatan itu membuat Aguero memilih untuk bertahan satu musim lagi sebelum akhirnya ditebus Manchester City tahun 2011. Sementara itu, Chelsea justru menghabiskan 50 juta pound (Rp975 miliar) untuk Fernando Torres yang berakhir flop. Chelsea patut menyesal tak mengeluarkan uang lebih banyak untuk Aguero. Karena setelah bergabung City, tercatat ia sudah mencetak 260 gol serta memenangkan lima gelar Liga Inggris. 

Steven Gerrard

Selanjutnya ada Steven Gerrard. Eits, tunggu dulu kop. Tenang, transfer ini tak pernah benar-benar terjadi kok. Buktinya Gerrard tetap jadi legenda di Liverpool kan? Momen hampir pindahnya Gerrard ke Chelsea terjadi pada tahun 2005 setelah The Reds memenangkan Liga Champions dengan cara yang tak pernah bisa dilupakan.

Jose Mourinho yang kala itu masih menukangi Chelsea memberikan permintaan khusus kepada klub untuk mendatangkan Gerrard. Negosiasi sudah berjalan, bahkan sang pemain tak keberatan untuk pindah ke rival. Pada saat itu, Gerrard memang ingin mencari klub baru. Ia bahkan sudah mengajukan surat permohonan untuk dijual kepada Liverpool.

Namun, setelah Gerrard menyatakan ingin hengkang, fans kecewa atas keputusannya itu. Beberapa dari mereka pun akhirnya melayangkan protes pada Gerrard. Mereka menekan sang pemain untuk bertahan lebih lama di Liverpool. Dalam kurun waktu 24 jam, Gerrard akhirnya mengurungkan niatnya untuk pindah. Teriakan fans membuatnya sadar bahwa fans begitu membutuhkan sosoknya di lapangan.

Dani Alves

Maju ke tahun 2007, Dani Alves ternyata sempat nyaris berseragam Chelsea. Media-media Inggris bahkan sudah ada yang memberitakan kalau pengumuman kepindahan Alves dari Sevilla ke Chelsea hanya menunggu waktu. Namun, transfer Alves seketika batal karena Barcelona mengganggu kesepakatan di menit-menit akhir.

Menurut Goal, Alves membenarkan kalau dirinya pada saat itu sempat sepakat untuk bermain di Stamford Bridge. Tapi Alves tidak membenarkan kalau gagalnya transfer disebabkan olehnya. Alves justru menganggap gagalnya transfer tersebut disebabkan oleh Sevilla.

Ternyata Sevilla mendapat penawaran yang lebih menggiurkan dari Barcelona. Tak disebutkan apa yang membuat Sevilla berubah pikiran, tapi itu sudah cukup untuk membuat kesepakatan dengan The Blues batal. Akhirnya Dani Alves bertahan satu musim lagi di Sevilla sebelum akhirnya pindah ke Barca tahun 2008. 

Roberto Carlos

Di tahun yang sama, Roberto Carlos juga nyaris bergabung dengan Chelsea. Roman Abramovich dan Peter Kenyon bahkan sampai turun tangan untuk bernegosiasi langsung dengan sang pemain di Paris. Dalam pertemuan tersebut, kesepakatan personal pun tercapai. Carlos bersedia untuk bergabung dengan Chelsea.

Kesepakatan itu dirasa sudah cukup, sebab pemain asal Brazil itu berstatus sebagai bebas transfer setelah Real Madrid tak memperpanjang masa baktinya. Tapi perkiraan The Blues salah besar. Masalah justru timbul dari pihak ketiga.

Dilansir Goal, Roberto Carlos menerima pinangan Chelsea. Ia bahkan sudah mempelajari gaya sepakbola Inggris karena begitu yakin akan bermain di Premier League. Tapi ketika mengurus beberapa berkas untuk finalisasi, ada beberapa masalah dengan pihak pengacara. Itu membuat penandatanganan molor dan akhirnya Carlos menerima tawaran dari Fenerbahce.

Andrea Pirlo

Terakhir ada regista terbaik dari Italia, Andrea Pirlo. Pada musim panas 2009, Carlo Ancelotti ditunjuk sebagai manajer Chelsea yang baru. Datang dari AC Milan, Ancelotti ingin membawa beberapa mantan anak asuhnya. Salah satu target utamanya adalah Andrea Pirlo. Tapi kepindahannya digagalkan oleh rekannya sendiri, Ricardo Kaka. Mengapa demikian?

Transfer ini bakal jadi kenyataan andai Milan tak lebih dulu melepas Kaka ke Real Madrid. Jika Chelsea bergerak sedikit lebih cepat, mungkin Pirlo sudah pasti berada di genggaman. Milan yang sudah lebih dulu kehilangan Kaka enggan melepas Pirlo yang juga berstatus sebagai pemain penting saat itu. Gagal mendapatkan Pirlo, akhirnya Ancelotti mendatangkan John Obi Mikel dengan cara menikung Manchester United.

Sumber: Planet Football, Goal, Daily Mail, Express

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *