• March 5, 2024

Tak Hanya Sancho, Pemain Ini Pernah Bermasalah dengan Ten Hag

Perseteruan Jadon Sancho dengan Erik Ten Hag telah memasuki babak baru. Setelah beberapa kali dicadangkan, tak masuknya sang pemain ke skuad Manchester United di pertandingan kontra Arsenal jadi pemicu pecahnya konflik ini. Keduanya merasa jadi yang paling benar di permasalahan ini.

Tampaknya Sancho perlu berhati-hati jika bermasalah dengan pelatih asal Belanda itu. Sejarahnya, pemain-pemain yang pernah memiliki masalah dengannya tak pernah lolos dari sanksi. Beberapa bahkan sampai tak mendapat kesempatan bermain di bawah asuhannya lagi. Dan berikut adalah daftar pemain yang pernah bermasalah dengan Erik Ten Hag.

Cristiano Ronaldo

Perselisihan Cristiano Ronaldo dengan Erik Ten Hag mungkin jadi yang paling menggegerkan akhir tahun lalu. Dipicu dengan sikap sang pemain yang beberapa kali enggan dimainkan dan pergi meninggalkan stadion lebih awal daripada pemain-pemain lain, puncak kemarahan Ronaldo terjadi di sesi wawancara dengan Piers Morgan.

Sang mega bintang berkeluh kesah diwawancara tersebut. Ronaldo bahkan mengaku sengaja tidak menaruh hormat kepada Ten Hag karena sang pelatih juga tak menghormatinya sebagai pemain. Ronaldo berpikir kalau beberapa orang termasuk Ten Hag tak menginginkannya berada di Manchester. Ia pun merasa terkhianati.

Percakapannya dengan Piers Morgan pun terdengar oleh manajemen. Pertemuan darurat segera dilakukan untuk membahas permasalahan ini. Akhirnya pada November 2022, Manchester United dan Ronaldo sepakat untuk mengakhiri kerjasama. Wawancaranya bersama Piers Morgan dirasa telah mencoreng nama baik klub. Langkah tersebut digambarkan sebagai kemenangan besar bagi Ten Hag.

Marcus Rashford

Setelah Ronaldo, giliran sang akamsi, Marcus Rashford yang terlibat permasalahan dengan Erik Ten Hag. Sang pelatih memang dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi kedisiplinan. Jadi, Ten Hag akan memberikan sanksi tegas kepada pemain yang melakukan tindakan indisipliner. 

Sebetulnya permasalahan antara Rashy dan Ten Hag tak sebesar apa yang dilakukan Ronaldo. Dilansir Goal, Rashford dikabarkan hanya terlambat sekian menit dari pertemuan tim yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Meski hanya terlambat sebentar, Ten Hag tetap menghukum Rashford dengan mencadangkannya di pertandingan kontra Wolves akhir Desember 2022.

Meski Rashford merupakan pemain penting, Ten Hag tak ragu untuk mencadangkannya dan baru memasukan sang pemain di babak kedua. Untungnya, Rashford mampu tampil apik dan mencetak gol kemenangan di pertandingan tersebut. Permasalahan ini pun tak berbuntut panjang. Sang pemain mengakui kesalahannya. Ia bahkan memuji ketegasan Ten Hag di Manchester.

Zidane Iqbal

Pemain muda juga tak terhindar dari konflik dengan Erik Ten Hag, seperti yang terjadi pada Zidane Iqbal. Perselisihannya dengan Iqbal bermula di tur pramusim jelang musim 2022/23. Iqbal menjadi sasaran kemarahan Ten Hag saat latihan pramusim di Australia. Ten Hag kesal karena Iqbal tidak bisa menjalankan instruksi yang diberikan dengan baik. Pelatih berusia 53 tahun itu merasa kalau Iqbal tidak bisa bermain bola bawah.

Saking kesalnya, Ten Hag sampai mengumpat kepada Iqbal. Meski baru menandatangani kontrak jangka panjang dengan Manchester United, sikap Ten Hag sudah jelas. Zidane Iqbal akhirnya tak pernah mendapat menit bermain di musim 2022/23. Sang pelatih bahkan tak ragu untuk menjual murah sang pemain ke klub Belanda, FC Utrecht.

Noa Lang

Jauh sebelum melatih Manchester United, ketegasan Ten Hag juga sudah terlihat sejak melatih Ajax Amsterdam. Salah satu yang jadi korban sang pelatih adalah pemain lulusan akademi Ajax, Noa Lang. Pemain yang satu ini digadang-gadang akan memiliki prospek cerah di Eropa. Beberapa pengamat sepakbola bahkan kerap menyamakan gaya bermain Noa dengan Neymar.

Dilansir Talksport, perselisihan berawal pada musim 2019/20. Dalam sebuah pertandingan, Noa Lang menunjukkan sikap yang malas-malasan di lapangan. Ia bahkan tidak menjalankan instruksi Ten Hag dengan baik. 

Hal itu membuat sang pelatih berang dan memarahi pemain sayap asal Belanda tersebut. “Ini permainan tim, bukan permainanmu!” begitu katanya. Alhasil, Ten Hag membiarkan Noa pergi dengan status pinjaman ke FC Twente pada bursa transfer musim dingin. 

Andre Onana

Meski pada akhirnya kembali bekerjasama di Manchester United, Andre Onana tercatat pernah berselisih dengan pelatihnya itu. Semua berawal saat penjaga gawang asal Kamerun itu melakukan blunder fatal saat Ajax Amsterdam menang 2-1 atas Sparta Rotterdam pada April 2022.

Yang membuat Ten Hag makin marah adalah Onana terlihat tidak peduli dengan blundernya itu. Kabarnya, sikap tersebut ditunjukan Onana karena ia tahu kalau dirinya akan dilepas oleh klub di akhir musim. Sikap tidak profesional dan cenderung seperti bocah itu membuat Ten Hag tak senang. Akhirnya, Onana dikeluarkan dari skuad utama di sisa pertandingan yang ada.

Dan benar saja, akhir musim 2021/22 Onana dilepas secara gratis ke Inter Milan. Sang pemain tetap menampilkan performa yang apik bersama Nerazzurri. Setelah satu musim lamanya, Ten Hag tampaknya sudah tak mempermasalahkan itu lagi. Itu dibuktikan dengan sang penjaga gawang yang kembali bekerjasama dengan Ten Hag di Manchester United. 

Amin Younes

Amin Younes jadi pemain Ajax berikutnya yang pernah berselisih dengan pelatih berkepala plontos itu. Sama halnya dengan pemain-pemain lain, Younes awalnya merupakan pemain reguler di Ajax. Namun, karirnya di Belanda berakhir karena menentang keputusan Erik Ten Hag.

Dilansir Daily Star, Younes jadi pemain terakhir sebelum Ronaldo yang menolak untuk bermain di bawah asuhan Ten Hag. Itu terjadi pada tahun 2018 silam. Pemain asal Jerman itu ditawari kesempatan untuk masuk dari bangku cadangan di menit-menit terakhir saat Ajax sudah unggul 4-1 di kandang Heerenveen. Namun ia menolak dan tetap duduk di bangku cadangan.

Akibatnya, Younes pun diasingkan dari skuad utama. Ten Hag yang sudah muak dengan pemain sayap itu tak pernah menurunkannya lagi hingga berakhirnya musim 2017/18. Semua menjadi lebih parah ketika mantan pemain Al-Ettifaq itu dipaksa berlatih dengan pemain cadangan sebelum akhirnya dijual ke Napoli pada Juli tahun 2018.

Jadon Sancho

Sedangkan untuk kasus Jadon Sancho, permasalahannya memang soal performa. Sebetulnya tak mengherankan apabila Erik Ten Hag berharap lebih kepadanya. Karena sang pelatih tahu kalau Sancho merupakan pemain sayap yang luar biasa ketika membela Borussia Dortmund beberapa tahun lalu.

Dalam wawancaranya setelah kekalahan dari Arsenal, Ten Hag ditanya mengapa tak memasukan Jadon Sancho ke skuad. Pelatih asal Belanda itu pun menjelaskan kalau Sancho tak masuk skuad murni karena tak perform di sesi latihan. Ia tak memenuhi standar Ten Hag. Pernyataan itu ternyata membuat Sancho tersinggung.

Ia membantah melalui postingan di media sosialnya. Sancho meminta fans untuk tidak langsung mempercayai apa yang keluar dari mulut Ten Hag. Sancho merasa kalau dirinya sudah melakukan latihan dengan baik. Sebetulnya, Sancho menghormati keputusan tim pelatih, tapi jika terus begini, ia merasa dipojokan.

Ini bukan kali pertama sang pemain bermasalah dengan performa. Musim lalu, kita semua tahu kalau Sancho sempat dikirim ke Belanda untuk menjalani latihan mandiri guna meningkatkan performanya. Jadi, jika tak mau bernasib sama dengan senior-seniornya, Sancho harus memperbaiki sikapnya kepada Ten Hag.

Sumber: Planet Football, Talksport, Goal, MEN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *