• February 21, 2024

Sehebat Apa 7 Pembelian Pertama Roman Abramovich di Chelsea

Salah satu faktor kritik pemilik baru Chelsea, Todd Boehly adalah bagaimana ia langsung membeli banyak pemain sekaligus. Ia terlalu membabi buta di bursa transfer. Itu malah membuat the pensioners makin berantakan.

Tapi sebagai bahan perbandingan, bagaimana Roman Abramovich menjalankan kebijakan transfer di musim pertamanya sebagai pemilik London biru? Apakah banyak yang flop juga? Lalu, sehebat apa pemain yang dibeli Roman Abramovich di musim pertamanya jadi pemilik Chelsea? berikut 7 diantaranya.

Claude Makelele

Claude Makelele sebenarnya datang di hari-hari terakhir bursa transfer musim panas 2003. Ia dibeli dari Real Madrid dengan harga 13,8 juta pounds. Saat itu Makelele adalah pemain penting untuk Real Madrid. Zinedine Zidane bahkan marah ketika mendengar kabar gelandang bertahan itu telah dijual.

Tapi Los Galacticos butuh ruang untuk kedatangan David Beckham. Madrid pun harus menjual Makelele yang memang kurang dihargai di Bernabeu. Abramovich dengan senang hati menerima Makelele di klubnya.

Makelele tak butuh waktu lama untuk beradaptasi di skuad Claudio Ranieri. Ia mendapat julukan “baterai” karena kerja kerasnya itu jadi penyuplai utama energi untuk skuad. Makelele tambah gacor setelah Mourinho datang di tahun 2004. Ia jadi bagian vital di skema 4-3-3 milik Mou.

Ia bertahan lima tahun di Chelsea. Selama lima tahun karirnya di Stamford Bridge itu, ia mencatatkan 217 penampilan. Ia juga mempersembahkan dua gelar Premier League, FA Cup, dua Piala Liga dan membantu Chelsea sampai ke final Liga Champions 2008 meskipun kalah.

Makelele menasbihkan dirinya sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik di Premier League. Makelele juga jadi standar untuk Mourinho dalam memilih gelandang bertahan. Sehebat itulah Makelele. Setelah pensiun di tahun 2011, ia kembali ke Chelsea di tahun 2019 sebagai mentor untuk pemain-pemain U-18.

Hernan Crespo

Salah satu langkah fenomenal pertama Abramovich di Chelsea adalah mendatangkan Hernan Crespo dari Inter Milan. Abramovich saat itu harus mengeluarkan kocek sebesar 16,8 juta pounds.

Akan jadi perdebatan apakah Crespo jadi pembelian flop atau tidak. Jika melihat catatan golnya, 25 gol selama lima musim di Chelsea memang tidak mencerminkan striker tajam. Tapi, orang untuk mencap Crespo gagal layak diberi kartu kuning. Lihat saja bagaimana Crespo menciptakan gol di Chelsea. Pemain Argentina itu bisa mencetak gol dari mana saja.

Hanya saja Crespo tidak betah di Chelsea. Apalagi ia kena cedera di musim pertamanya di Premier League. Dari lima tahun ia tercatat sebagai pemain the blues, Crespo dua kali minta dipinjamkan. Semusim di AC Milan dan semusim lainnya di Inter.

Dikutip dari Planet Football, Crespo pernah bercerita “Saya berkata pada Jose Mourinho saat itu: ‘Dengar Jose, ini sulit tapi jika saya harus memilih antara Chelsea dan Milan maka saya akan memilih Milan.

Di tahun 2008 hengkang dari Chelsea ke klub lamanya, Inter Milan dengan status bebas transfer. Penandatanganan Crespo memang tidak sesuai ekspektasi Abramovich. Sinar Crespo terlalu cepat redup di Premier League. Meskipun begitu, ia tetap memberikan pengaruh pada the blues berkat gol-gol pentingnya.

Juan Sebastian Veron

Kalian kaget ada nama Veron di sini? Mungkin Juan Sebastian Veron adalah salah satu pemain Chelsea yang paling terlupakan. Para penggemar Premier League lebih mengenal Veron saat masih berseragam Manchester United.

Veron didatangkan Sir Alex di tahun 2001 dengan memecahkan rekor transfer di Inggris. meskipun Veron adalah pemain bintang, tapi ekspektasi di Old Trafford terlalu berat untuknya. Ia pun dijual ke Chelsea dengan harga 15 juta pounds.

Tapi pindah ke Chelsea tidak membantu Veron memutar balik nasibnya. Di musim debutnya, yaitu musim 2003/04 ia hanya menciptakan 14 penampilan di semua kompetisi dan hanya mencetak sebiji gol.

Penampilan mengecewakan itu membuat Abramovich mengirimnya ke Inter sebagai pemain pinjaman di tahun 2004. Ia menghabiskan dua tahun masa peminjamannya di Inter. Setelah kembali di tahun 2006, ia memilih untuk hengkang dan pulang ke kampung halamannya di Argentina. Ia menghabiskan sisa karirnya di situ sampai akhirnya pensiun di tahun 2017.

Joe Cole

Joe Cole datang di hari yang sama dengan Veron. Saat itu Joe Cole masih berusia 21 tahun dan digadang-gadang bakal jadi bintang masa depan sepak bola Inggris. Sayang timnya, West Ham terdegradasi di tahun 2003. Abramovich melihat kesempatan ini untuk memboyongnya ke Chelsea. Dibelilah Joe Cole dengan harga 6,6 juta pounds saja.

Di musim pertama, Cole tampil kurang memuaskan. Ia hanya mencetak 1 gol dan 6 assist dalam 34 pertandingan. Tapi ia mulai berkembang di bawah asuhan Jose Mourinho. Cole bisa dimainkan di mana saja. Dari gelandang serang sampai sayap kanan maupun kiri.

Ia jadi pemain yang dihormati di Stamford Bridge. Cole juga jadi bagian penting skuad Jose Mourinho mendapatkan gelar Premier League di musim 2003/04. Selain itu ia juga mempersembahkan dua gelar liga lainnya, tiga FA Cup, dua Piala Liga, dan dua Community Shield. Itu jadi masa tersukses dalam karir sepak bolanya.

Di tahun 2010, ia pindah ke Liverpool dengan status bebas transfer. Sempat berkelana di beberapa klub Inggris, ia akhirnya pensiun di tahun 2018. Setelah pensiun ia terjun di bidang broadcasting. Cole melebarkan sayapnya sebagai analis sepak bola di beberapa televisi Inggris.

Glen Johnson

Joe Cole bukan satu-satunya pemain yang dibajak Chelsea dari West Ham yang terdegradasi saat itu. Abramovich juga memboyong pemain muda lainnya, Glen Johnson. Ia masih berusia 18 tahun saat itu dan Chelsea membayar West Ham 6 juta pounds untuknya.

Meskipun usianya masih sangat muda, tapi Claudio Ranieri memberikan kepercayaan penuh padanya. Di musim debutnya, ia mencatatkan sebanyak 32 penampilan di semua kompetisi. Termasuk 19 penampilan Premier League di musim debutnya bersama Chelsea.

Tapi setelah kedatangan Jose Mourinho, posisinya semakin tergantikan. Setelah mempersembahkan dua gelar Premier League dan satu Piala Liga, ia hengkang ke Portsmouth di tahun 2007.

Wayne Bridge

Sama seperti Glen Johnson, Wayne Bridge juga merupakan bek sayap yang berbakat. Bedanya, Bridge sudah jadi pemain yang disorot di Premier League ketika Chelsea mendatangkannya dari Southampton. Saat itu Abramovich membeli Bridge dengan harga 7 juta pounds.

Wayne Bridge menikmati masanya sebagai pemain andalan the blues. Sayangnya di tahun 2006, posisinya mulai tergantikan setelah Abramovich membeli Ashley Cole dari Arsenal. Meskipun ia bertahan sampai tahun 2009, tapi posisinya benar-benar sudah tergantikan. Namun setidaknya ia masih bisa dijual ke Manchester City dengan harga 12 juta pounds di tahun 2009.

Sebenarnya ada beberapa alasan mengapa Wayne Bridge hengkang dari Chelsea. Selain karena posisinya sudah tergantikan, tapi juga karena konfliknya dengan kapten John Terry. Ternyata John Terry ketahuan selingkuh dengan tunangan Bridge saat itu. Sudah posisinya direbut oleh Ashley Cole, pujaan hatinya juga direbut oleh kaptennya sendiri. Remuklah hati Wayne Bridge.

Ia tidak pernah bisa memaafkan tindakan Terry. Bahkan suatu saat di laga Man City lawan Chelsea, Bridge yang sudah berseragam manchester biru tak mau menjabat tangan Terry sebelum pertandingan. Hal itu ia lakukan lagi saat Bridge bermain untuk West Ham. Legend!

Damien Duff

Damien Duff jadi penandatanganan termahal dalam daftar ini. Ia jadi pembelian termahal kedua di tahun 2003, hanya kalah dari transfer David Beckham dari MU ke Real Madrid. Abramovich harus membayar uang sebesar 17 juta pounds ke Blackburn untuk dapatkan Duff.

Yang membuat Duff jadi sensasi adalah penampilannya di Piala Dunia 2002. Ia mampu membawa timnas Irlandia sampai ke babak 16 besar. Ia bahkan masuk dalam UEFA Team of The Year 2002 bersama dengan Ronaldo Nazario, Ballack, serta Zidane.

Di Chelsea Duff selalu jadi pemain andalan. Bahkan saat Abramovich membeli Arjen Robben dari PSV, Duff dengan mudah membuat Robben duduk di bangku cadangan. Ia tak membiarkan legenda Belanda itu merebut tempatnya di starting eleven. Duff juga membantu Chelsea meraih dua gelar Premier League sampai akhirnya hengkang ke Newcastle di tahun 2006.

Setelah pensiun di tahun 2016, ia melanjutkan karirnya sebagai pelatih. Meskipun tidak terlalu lama di Chelsea, pemain dengan julukan “the Bulldog” itu dikenang sebagai pemain hebat Stamford Bridge. Ia adalah legenda the blues.

Sumber referensi: Express, Chelsea, TFF, Planet, Talk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *