• March 5, 2024

Sedikit yang Tahu! Pemain Ini Mainnya Bagus di Serie A Musim 2022/23

Setelah sekian tahun, pamor Serie A naik lagi. Ini tidak lepas dari para wakil Italia yang masih bertahan di kompetisi-kompetisi Eropa. Di Liga Champions saja, sudah dipastikan akan ada satu tim Italia di partai puncak. Tidak hanya di kancah Eropa, tapi Serie A juga sekarang kerap menjadi perbincangan hangat.

Hampir dipastikan pemenang Serie A musim ini adalah Napoli. Tim yang telah lama tidak menyabet scudetto. Terakhir Partenopei meraih scudetto pada musim 1989/90. Meningkatnya pamor Serie A juga membikin para pemainnya ikut terkenal.

Namun, dari nama-nama yang sudah muncul dan menjadi bahan perbincangan itu, masih ada beberapa pemain Serie A yang di musim 2022/23 sebenarnya mainnya bagus. Akan tetapi, namanya tidak sementereng misalnya, dengan Khvicha Kvaratskhelia, Viktor Osimhen, Lautaro Martinez, hingga Rafael Leao.

Siapakah pemain-pemain yang dimaksud? Berikut ini Starting Eleven sajikan sederet pemain Serie A yang penampilannya bagus musim ini, tapi jarang diekspos.

Ademola Lookman

Setelah berkiprah di beberapa tim Inggris, seperti Charlton, Everton, Fulham, sampai Leicester City, Lookman pindah ke Jerman, membela RB Leipzig. Setelah dari sana, ia akhirnya memutuskan pergi ke Italia, berseragam Atalanta. Lookman berlabuh ke klub Bergamo itu dengan mahar 15 juta euro (Rp243 miliar).

Meski sempat mengalami penurunan performa, sejak bergabung ke Atalanta pada awal musim ini, Lookman mulai konsisten dalam mencetak gol. Musim ini, pemain Nigeria itu bermitra dengan pemain muda Rasmus Hojlund lewat strategi 3-5-2 yang dipakai Gian Piero Gasperini.

Sampai pekan ke-33 Serie A, ia sudah mencetak 13 gol, masuk dalam jajaran top skor. Melansir statistik Opta, Lookman orang pertama di Atalanta yang mencetak 13 gol di musim Serie A pertamanya sejak Poul Rasmussen pada musim 1952/53.

Musim ini ia menjadi pencetak gol terbanyak Atalanta di Serie A. Tapi sayang, namanya tenggelam dengan kebintangan Hojlund yang disebut-sebut sebagai penerus Erling Haaland.

Boulaye Dia

Sosok Boulaye Dia jarang menjadi buah bibir, tidak seperti rekan kompatriotnya, Sadio Mane. Namun, karena orang ini pesta scudetto Napoli tertunda. Berkat golnya di enam menit jelang bubar, Napoli gagal memetik kemenangan atas Salernitana.

Klub Kota Salerno itu tepat meminjam Boulaye Dia dari Villarreal. Striker yang satu ini cepat, kuat, dan memiliki pemahaman teknik yang luar biasa. Sampai giornata ke-33, Boulaye sudah mencetak 15 gol. Itu membuatnya berada di peringkat ketiga top skor Serie A musim ini.

Boulaye tidak hanya cakap mencetak gol. Dalam catatan Fbref, pemain satu ini juga aktif menyuplai bola, dengan rata-rata umpan suksesnya mencapai 76%. Ia juga sering melakukan giringan melewati lawan.

Berkat pemain yang satu ini Salernitana juga menggila. Mereka tak pernah kalah di lima laga terakhir. Klub berjuluk I Granata itu bahkan berhasil menjauh dari zona degradasi.

Cristiano Biraghi

Fiorentina mengejutkan musim ini. Anak asuh Vincenzo Italiano memastikan diri berada di final Coppa Italia setelah menumbangkan Cremonese. La Viola juga masih punya harapan untuk mencapai final Liga Konferensi Eropa. Kalau semua prestasi itu terwujud, ada satu nama yang tidak boleh dilupakan. Orang itu adalah Cristiano Biraghi.

Ia disebut-sebut sosok bek kiri yang luar biasa di Italia. Biraghi masuk dalam barisan bek kiri terbaik seperti Theo Hernandez, Mario Rui, sampai Federico Di Marco. Perannya sangat vital di kubu La Viola.

Kematangan pemain yang satu ini membantu Fiorentina tampil stabil. Menurut Fbref, Biraghi memimpin sebagai pencipta peluang di Serie A dengan total 126 kali. Itu berada di atas Hakan Calhanoglu (123) dan Kvaratskhelia (116). Jika dipersentasekan, nilai peluang Biraghi menyentuh 74%.

Biraghi juga pemain Serie A yang paling rajin melakukan crossing. Menurut Fbref, jumlahnya 291. Itu jauh lebih banyak dari Filip Kostic (197) dan Federico Di Marco (192). Sejauh ini Biraghi sudah mengemas 46 kaps di seluruh kompetisi dan membukukan 12 asis.

Armand Lauriente

Sassuolo kehilangan Scamacca dan yang teranyar Domenico Berardi juga beberapa kali tak dapat bermain. Maka ketika itu, Alessio Dionisi akan menurunkan Armand Lauriente. Lantaran Jeremie Boga yang sebelumnya mendapat sorotan, pindah ke Atalanta. Mau tak mau Lauriente memikul beban di lini depan Sassuolo.

Ketika Berardi cedera, Lauriente berjuang di tengah upaya Sassuolo lepas dari degradasi. Ia menjawab kebutuhan tim. Lauriente ternyata lebih baik dari Boga. Di Serie A, pemain berpaspor Prancis itu memang baru mencetak tujuh gol dan enam asis dari 26 laga.

Namun, ia punya andil besar dalam membantu rekan-rekannya dalam melakukan serangan. Catatan Fbref menunjukkan, jumlah giringan progresifnya terbaik di Serie A dengan 123 kali. Lauriente unggul dari Rafael Leao (120), Kvaratskhelia (115), dan Zaccagni (106). Sayang sekali, namanya jarang terdengar.

Ivan Provedel

Entah dapat wangsit dari mana, Maurizio Sarri membeli kiper dari Spezia, Ivan Provedel untuk menggantikan Thomas Strakosha yang hengkang. Tidak banyak yang tahu kiper yang satu ini. Akan tetapi, justru Provedel adalah sosok paling penting di balik bertahannya Spezia di Serie A.

Alasan itu cukup membuat Sarri tergiur untuk memboyongnya ke Stadion Olimpiade. Tahu apa yang mengejutkan? Aquilotti hanya mengeluarkan uang 2,38 juta euro (Rp38,4 miliar) saja untuk mendatangkan Provedel. Ia baru mendapat kesempatan bermain saat Luis Maximiano terkena kartu merah di awal musim.

Sejak saat itu, Provedel justru menjadi andalan Sarri di bawah mistar. Secara mengejutkan, ia menjelma jadi penjaga gawang paling yoi di Serie A. Mengutip Fbref, Provedel adalah kiper dengan jumlah nirbobol terbanyak di Serie A musim ini, yaitu 19 clean sheets. Ia mengalahkan Alex Meret (15) dan Rui Patricio (13). Persentase penyelamatannya di Serie A juga tinggi, yaitu 75%.

Stanislav Lobotka

Tim yang otw juara Serie A musim ini dipenuhi talenta top. Kim Min-Jae, Osimhen, Kvaratskhelia, Zambo Anguissa, Raspadori, dan masih banyak lagi. Namun, ada satu nama yang tidak banyak dibicarakan. Orang itu adalah Stanislav Lobotka. Gelandang bertahan yang tidak hanya jarang dibicarakan, tapi juga acap kali diremehkan.

Padahal Lobotka adalah pengatur tempo permainan Napoli. Lobotka mendaur ulang bola, memulai serangan, juga memberi perlindungan bagi pertahanan Partenopei. Singkatnya, Lobotka adalah mesin dan otaknya Napoli musim ini. Karena itu di Serie A musim ini, ia belum sekali pun absen sampai giornata ke-33.

Lobotka adalah gelandang yang cepat dalam mengambil keputusan. Ia memainkan permainan konsisten dan harmonis lewat perpaduan indah bersama Kvaratskhelia dan kolega. Menariknya, persentase umpan sukses Lobotka yang tertinggi di Serie A musim ini, dengan 94%. Angka itu lebih tinggi dari pemain Bologna, Adama Soumaoro (92,5%) dan pemain Monza, Marlon (92,1%) di tempat kedua dan ketiga.

Itulah tadi pemain Serie A yang jago di musim ini, tapi tak banyak yang tahu. Menurut Football Lovers adakah lagi pemain underrated di Serie A musim ini?

Sumber: TheTrivelaEffect, PulsesSports, Sportsbrief, Violanation, Total-ItalianFootball, Sportskeeda, Fbref, Box2Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *