• March 4, 2024

Prediksi Serie A Italia Musim 2023/2024

Setelah Premier League, Ligue 1 Prancis, dan La Liga, giliran Serie A Italia jadi liga top Eropa berikutnya yang memulai musim kompetisi 2023/2024. Kickoff kasta tertinggi sepak bola Italia ini tentu sangat dinantikan oleh para penggemar setianya.

Dalam beberapa musim terakhir, Serie A telah sukses menorehkan ceritanya sendiri. Semenjak Juventus mulai mampu disaingi oleh tim Italia lainnya, Serie A jadi berjalan lebih menarik. Empat juara berbeda dalam empat edisi terakhir adalah buktinya.

Lalu, bagaimana dengan musim ini. Nah, berikut ini adalah prediksi Serie A Italia musim 2023/2024 versi Starting Eleven.

Napoli Sulit Mempertahankan Scudetto

Prediksi pertama adalah Napoli yang akan sulit mempertahankan scudetto.

Sebagai juara bertahan, Napoli boleh tampil begitu perkasa musim lalu. Namun, bagaimana dengan musim ini?

Menurut hemat kami, Napoli akan sulit mempertahankan scudetto. Setelah kehilangan Kim Min-Jae, mereka kemungkinan bakal ditinggal Piotr Zielinski. Il Partenopei memang sudah mendapat amunisi baru dalam diri Natan dan Jens Cajuste yang menelan biaya €22 juta euro Namun, permasalahan yang lebih krusial adalah Napoli baru saja berganti nahkoda.

Seperti yang kita tahu, usai membawa Napoli juara, Luciano Spalletti malah mengundurkan diri. Sebagai gantinya, Napoli menunjuk mantan pelatih Al Nassr, Rudi Garcia.

Rudi Garcia bukannya pelatih kacangan. Ia pernah meraih penghargaan French Manager of the Year sebanyak 3 kali dan membawa Lille juara Ligue 1 di musim 2011. Selama pramusim, Napoli juga perkasa, tak pernah kalah dan 4 kali menang dari enam pertandingan.

Secara taktik, Rudi Garcia juga tak jauh beda dengan pendahulunya. Akan tetapi, mengulang pencapaian Spalletti musim lalu tentu bukan perkara mudah. Sepanjang sejarahnya, Napoli belum pernah juara Serie A secara beruntun. Predikat juara bertahan juga bisa membuat Napoli dalam tekanan.

Selain itu, para pesaing Napoli sangat aktif memperkuat skuadnya di bursa transfer pemain. Salah satunya, Inter Milan. Nerazzurri dijagokan situs penyedia data Opta sebagai jawara Serie A musim ini.

Meski ditinggal beberapa pemainnya seperti, Andre Onana, Marcelo Brozovic, hingga Edin Dzeko, tetapi skuad finalis UCL musim lalu ini masih cukup menjanjikan. Amunisi baru juga sudah berdatangan dalam diri Marcus Thuram, Yann Sommer, hingga Davide Frattesi.

Dalam 2 musim terakhir, Simone Inzaghi juga telah menunjukkan kapabilitasnya sebagai pelatih. Meski skuad Inter bergonti-ganti, Simone tetap mampu membawa Inter juara Coppa Italia, Supercoppaa, hingga jadi finalis UCL.

Lalu, bagaimana dengan AC Milan?

Rossoneri jadi tim Italia yang paling mencuri perhatian di bursa transfer musim panas 2023. Milan tercatat telah membelanjakan lebih dari €110 juta untuk mendatangkan 8 pemain anyar seperti, Christian Pulisic, Ruben Loftus-Cheek, Tijjani Reijnders, hingga Samuel Chukwueze.

Aktivitas transfer Milan itu memang sangat menarik. Namun, kurang sebanding dengan hasil di pramusim. Dari 8 pertandingan, Milan hanya menang 4 kali dan kalah 4 kali, termasuk kalah memalukan dari tim divisi 3, Trento. Selain karena perubahan susunan pemain, pelatih Stefano Pioli juga bereksperimen dengan formasi baru.

Maka dari itu, cukup masuk akal bila Opta memprediksi kalau AC Milan hanya akan mengakhiri Serie A musim ini di urutan ketiga, di bawah Inter dan Napoli.

Berbeda dengan Opta, CBS Sports justru memprediksi kalau AC Milan akan kembali merebut scudetto musim ini. Selain karena skuad yang lebih dalam dibanding musim lalu, Stefano Pioli punya waktu yang lebih lama dibanding pelatih lainnya untuk mempersiapkan para amunisi barunya.

Menarik untuk dinanti prediksi mana yang akan terbukti di akhir musim nanti. Ini bukan berarti Napoli keluar dari persaingan. Menurut kami, Napoli masih masuk dalam daftar favorit, apalagi setelah mereka mendapat jasa Gabri Veiga yang ditebus mahal seharga €36 juta dari Celta Vigo.

Akan tetapi, Napoli akan mendapat lawan yang lebih sengit di musim ini. Selain duo Milan, AS Roma juga harus diwaspadai setelah mereka sukses mendaratkan Leandro Paredes dan Renato Sanches. Mourinho mungkin akan lebih serius sebab ini adalah musim terakhirnya di Roma.

Jangan remehkan pula laju Lazio yang musim lalu finish sebagai runner-up. Meski kehilangan Sergej Milinkovic-Savic, tetapi Maurizio Sarri mendapat rekrutan anyar yang menjanjikan dalam diri Daichi Kamada dan Gustav Isaksen.

Sekali lagi, Napoli akan kesulitan mempertahankan gelar juara, sehingga sangatlah mungkin apabila scudetto Serie A musim ini akan kembali berpindah tangan.

Juventus Bisa Makin Merana

Bagaimana dengan Juventus? Menurut prediksi kami, Juventus bisa makin merana musim ini.

Musim lalu, Juventus sebetulnya tampil lebih baik dari musim 2022. Jika tidak mendapat pengurangan poin imbas dari skandal plusvalenza, Si Nyonya Tua sebenarnya berhak menghuni peringkat 3 besar.

Selain pengurangan poin yang mereka dapat musim lalu, Juventus juga baru saja didenda UEFA dan ditendang dari kompetisi antarklub Eropa. Hukuman ini sebenarnya bisa membuat Juventus fokus di Serie A.

Akan tetapi, Juventini masih akan dibuat ketar-ketir sebab Massimiliano Allegri masih duduk di kursi pelatih. Selain itu, aktivitas transfer Juventus juga terbilang sepi.

Hingga musim baru bergulir, Juve baru mendatangkan Timothy Weah dan Facundo Gonzalez. Di sisi lain, mereka kehilangan Leandro Paredes dan Angel Di Maria, serta melepas Denis Zakaria dan Juan Cuadrado. Sementara itu, rencana Juve untuk menukar Dusan Vlahovic dengan Romelu Lukaku terhalang para fans yang menolak kedatangan Lukaku ke J Stadium.

Kondisi tersebut tentu tidak ideal. Skandal plusvalenza sepertinya tak hanya merusak pamor Juve, tetapi juga menghantam perekonomian klub asal Turin tersebut. Dengan demikian, bukan tidak mungkin Juventus bisa makin merana.

Juve memang sempat membuat kejutan di pramusim dengan menang atas Real Madrid. Selain itu, mereka sepertinya tengah mencoba meremajakan skuadnya, termasuk adanya rencana untuk melepas Bonucci.

Secara garis besar, komposisi skuad Juve tidak lebih mentereng dibanding tim Italia lainnya. Finish di empat besar rasanya sudah jadi target paling rasional. Syarat utamanya tentu saja Federico Chiesa yang harus sehat sepanjang musim, itupun jika Juve mampu mempertahankan Chiesa dari godaan PSG.

3 Tim yang Degradasi

Prediksi berikutnya adalah tim-tim yang terancam degradasi.

Musim ini, Frosinone, Genoa, dan Cagliari menjadi 3 tim promosi. Dari 3 tim tersebut, dua di antaranya ditempatkan Opta dalam daftar calon tim degradasi Serie A. Dua tim tersebut adalah Genoa dan Cagliari. Selain mereka, Opta juga memprediksi Lecce akan turun kasta lagi ke Serie B.

Namun, kami punya pandangan berbeda. Berkaca dari komposisi skuad, aktivitas transfer pemain, dan hasil di laga pramusim, kami memprediksi Genoa akan mampu bertahan. Bahkan mungkin bisa memberi kejutan.

Tidak seperti dua tim promosi lainnya, Genoa sangat aktif belanja pemain baru. Lebih dari €28 juta sudah mereka belanjakan, kontras dengan pengeluaran Frosinone dan Cagliari yang masing-masing baru mengeluarkan €4,4 juta dan €14 juta. Maklum saja, Genoa merupakan salah satu klub yang dimiliki oleh 777 Partners, perusahaan investasi swasta asal Amerika yang melakukan bisnis Multi-Club Ownership.

Dana belanja tersebut Genoa pakai untuk membeli 12 pemain baru, di antaranya Kevin Strootman, Morten Thorsby, hingga yang paling menarik adalah Mateo Retegui yang didatangkan dari Tigre dengan mahar €12 juta. Berdasarkan laporan Fabrizio Romano, Genoa juga baru saja sepakat untuk meminjam Ruslan Malinovskyi, pemain Marseille yang pernah bersinar di Atalanta.

Ketimbang Genoa, kami lebih khawatir dengan Hellas Verona. Musim lalu, Verona bisa dibilang beruntung bisa bertahan di Serie A. Menghuni zona degradasi sejak giornata 8, Verona secara ajaib meraih poin yang sama dengan peringkat 17, Spezia dan berhak bertahan setelah menang di laga playoff.

Sementara itu, penempatan Frosinone sebagai calon tim degradasi cukup masuk akal. Di luar dari pengeluaran transfer mereka yang sangat kecil, Frosinone justru ditinggal Fabio Grosso, pelatih yang sukses membawa mereka juara Serie B musim lalu.

Kejutan di Serie A 2023/2024

Selain para pesaing juara dan calon tim degradasi, menarik dinanti pula siapa yang akan jadi kejutan di musim ini. Musim lalu, Monza asuhan Raffaele Paladino, Bologna asuhan Thiago Motta, dan Torino asuhan Ivan Juric tampil sebagai tim medioker yang kerap menyulitkan tim-tim besar. Penampilan apik mereka musim lalu sepertinya masih akan berlanjut di musim ini.

Selain mereka, kami menanti bagaimana kiprah Fiorentina bersama Vincenzo Italiano dan Atalanta bersama Gian Piero Gasperini. Kedua tim ini berpeluang besar untuk kembali menjadi underdog yang meramaikan persaingan di zona kompetisi antarklub Eropa.

Meski menjual Rasmus Hojlund, Atalanta mendapat El Bilal Toure dan Gianluca Scamacca. Sementara skuad Fiorentina makin dalam dengan rekrutan anyar seperti Fabiano Parisi, M’Bala Nzola, hingga Lucas Beltran yang sangat menarik untuk dinanti debutnya.

Jangan lupakan pula persaingan di bawah mistar gawang. Soal penjaga gawang, Italia memang istimewa. Di 4 edisi terakhirnya, peraih penghargaan kiper terbaik Serie A juga diraih 4 nama berbeda, yakni Szczęsny, Donnarumma, Maignan, dan Ivan Provedel yang tampil sangat mengejutkan musim lalu.

Musim ini, persaingan kiper terbaik bakal makin ramai dengan kehadiran Yann Sommer. Ivan Provedel tentu masih difavoritkan. Namun, apabila Mike Maignan bisa tampil rutin tanpa terkena cedera, kiper timnas Prancis itu segalanya untuk kembali menyabet gelar kiper terbaik Serie A.

Itulah prediksi yang mungkin akan terjadi di Serie A musim 2023/2024. Nah, apakah kalian punya prediksi lain Football Lovers?


Referensi: Opta, Transfermakrt, CBS, Total-italian Football.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *