• March 4, 2024

Peluang Bisnis Dibalik Singapore Festival Football

Selain sibuk di bursa transfer, beberapa klub Eropa juga sedang disibukan dengan agenda pramusim sebelum menjalani kompetisi yang sesungguhnya. Destinasi yang dipilih pun beragam. Banyak yang menyambangi Amerika Serikat, tapi tak sedikit pula yang rela terbang jauh ke timur untuk pramusim di Asia.

Di Asia, sudah ada beberapa negara seperti Thailand atau China yang dijadikan langganan destinasi. Namun, Singapura jadi yang terdepan urusan ini. Negara yang identik dengan patung singa ini jadi yang paling sering mendatangkan klub Eropa dalam beberapa tahun terakhir. 

Singapura pun melakukan inovasi. Mereka mengundang beberapa tim untuk berlaga di ajang yang bernama Singapore Football Festival. Ajang ini jadi bukti kecil kalau Singapura layak disebut sebagai negara yang maju soal bisnis. Singapura menunjukkan kejelian dalam membaca peluang bisnis di sepakbola. 

Singapore Football Festival

Penggila sepakbola di seluruh negara Asia Tenggara tengah bersiap menyambut pemain-pemain kelas wahid di National Stadium, Singapura. Negara kecil di utara Indonesia itu akan mengundang beberapa klub top Eropa untuk saling berhadapan.

Dalam perencanaannya, Singapura bekerjasama dengan promotor acara olahraga ternama yang berbasis di Australia, TEG Sport. Pihak penyelenggara ini sudah dikenal sebagai promotor event-event olahraga akbar seperti tinju, basket, sepakbola bahkan olahraga ekstrim, seperti motocross dan sebagainya.

Mereka juga yang menghandle tur pramusim dari Manchester United dan Borussia Dortmund musim ini. Kabarnya, TEG Sport membawa beberapa nama klub besar seperti Leicester City, Liverpool, Tottenham, AS Roma, dan Bayern Munchen ke Singapura. Event futuristik ini akan dilaksanakan pada akhir juli mendatang. 

Singapura juga menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan ternama untuk menunjang acara. Mereka menggandeng perusahaan jasa keuangan asal London, Standard Chartered yang memang berfokus di Asia, perusahaan minuman kaleng Tiger Beer dan perusahaan otomotif asal Jerman, Audi yang juga mensponsori Bayern Munchen dalam beberapa tahun terakhir.

Nantinya, rangkaian event ini akan dibuka dengan pertandingan antara Tottenham dan AS Roma pada tanggal 26 Juli. Lalu akan dilanjutkan dengan laga antara Liverpool dan Leicester City untuk memperebutkan Standard Chartered Singapore Trophy pada 30 Juli. Kemudian The Reds akan menghadapi raksasa Jerman, Bayern Munchen untuk memperebutkan Singapore Trophy yang dipersembahkan oleh Audi pada 2 Agustus.

Keuntungan Bagi Klub Eropa

Tur pra musim semacam ini tentu tak lepas dari yang namanya bisnis. Meski menurut beberapa manajer, melakukan tur pramusim ke Asia merupakan perjalanan yang melelahkan, tapi apa yang dilakukan oleh Singapura ini bisa jadi win-win solution

Selain karena Singapura jadi salah satu negara yang aman dan memiliki finansial yang baik di Asia, festival sepakbola tersebut bisa membawa keuntungan bagi klub. Yaaa, sebelas dua belas sama International Champions Cup (ICC) di Amerika Serikat lah.

Mendatangkan tim Liga Inggris dan Serie A tentu butuh biaya. Nah, biaya tersebut biasanya akan masuk ke dalam kantong klub. Menurut beberapa sumber, setidaknya butuh biaya lebih dari 75 miliar di luar hospitality hanya untuk mendatangkan satu laga saja. Itu keuntungan yang lumayan di jeda kompetisi.

Khusus Liverpool ini bukan kali pertama mereka berkunjung ke Singapura. Musim lalu mereka juga melakukan pramusim di sana. Seringnya The Reds berkunjung ke Asia disebabkan oleh sponsornya yakni, Standard Chartered.

Meski berbasis di London, perusahaan di bidang keuangan itu tengah memfokuskan target pasar mereka di Asia. Jadi tak heran kalau sponsor kini lebih gemar membawa Liverpool bermain di Asia ketimbang di Amerika Serikat atau Timur Tengah. Karena mereka ingin meningkatkan profil di mata masyarakat Asia.

Investasi

Selain meningkatkan profil sponsor, kunjungan tim Eropa ke Singapura bisa memangkas jarak dengan para fans. Karena tidak bisa dimungkiri, sebagian besar klub Eropa mendapat banyak uang dari hak siar. Nah, sebagian besar fans mereka di Asia hanya bisa menonton dari layar kaca. Jadi, kedatangan mereka bisa dibilang balas budi dengan memberikan sensasi menonton pertandingan secara live. 

Klub-klub yang berlaga di Singapore Football Festival juga akan melakukan agenda latihan terbuka. Kabarnya Liverpool, Tottenham, dan Bayern sudah mengonfirmasi bakal melakukan sesi latihan terbuka di National Stadium. Di momen inilah biasanya para penggemar bisa lebih dekat dengan pemain dengan cara meminta tanda tangan atau sekedar foto bersama.

Menurut editor Sports Business, Kevin McCullagh, tim yang datang ke Asia memang tak mendapatkan uang ratusan juta euro, tapi agenda tersebut seperti halnya sebuah investasi. Dengan mendekatkan diri pada fans, klub bisa membangun branding yang jauh lebih besar dan meningkatkan penjualan merchandise. 

Bahkan, jika fans yang datang menonton membludak, bisa saja klub tersebut menarik perhatian perusahaan-perusahaan ternama di Asia untuk bekerjasama. Karena pada dasarnya, calon sponsor akan melihat lebih dulu seberapa banyak penggemar yang dimiliki klub, demografi, usia, berapa pria, berapa wanita, dan sebagainya.

Di situlah letak peluang pundi-pundi uang yang sebenarnya. Jika berhasil, itu akan membuka peluang pendapatan yang jauh lebih besar di masa yang akan datang. 

Keuntungan Bagi Singapura

Berani mendatangkan tim-tim top, Singapura sudah menghitung setiap jengkalnya agar tak rugi. Dilansir Sports Hub, Singapura telah menjual tiket pertandingan secara global. Jadi, siapa pun di belahan dunia mana pun bisa menyaksikan pertandingan Singapore Football Festival secara langsung.

Menurut beberapa media, Singapura menyediakan sepuluh jenis tiket dengan jumlah hampir 55.000 tiket per pertandingan. Yang termurah sekitar 199 dolar singapura (Rp2,2 juta) hingga yang termahal kelas VIP Lounge seharga 899 dolar singapura atau setara Rp10 juta.

Selain dari penjualan tiket, Singapura akan mendapat pundi-pundi uang dari sektor pariwisata. Didukung Singapore Tourism Board, di sekitar National Stadium akan diadakan semacam festival keolahragaan. Itu akan memungkinkan para penggemar menjelajahi komplek interaktif yang akan menampilkan beberapa aktivitas menarik berbau klub kesayangan mereka, makanan, dan minuman khas Singapura.

Jika ada penonton dari luar negeri, Singapura juga akan mendapat pemasukan dari turis yang menginap di hotel, tiket penerbangan, dan beberapa transportasi umum di sekitar National Stadium. UMKM di sekitar area itu juga diperkirakan bakal mengalami peningkatan pendapatan yang cukup pesat.

Indonesia Perlu Ikutan?

Singapura memang sudah selangkah lebih maju soal mengkomersilkan sepakbola. Lantas bagaimana dengan Indonesia? Apakah Indonesia perlu mengikuti jejak Singapura untuk menyelenggarakan festival sepakbola semacam itu? Bisa diperdebatkan. Karena event semacam ini itu penting-penting-engga.

Di sisi lain, Erick Thohir memang tengah gencar mengkomersilkan sepakbola Indonesia. Itu dimulai dengan mendatangkan, Argentina untuk uji coba. Hal itu sudah pasti membuat nama Indonesia mendunia. 

Namun, masalahnya minat klub Eropa untuk datang ke Indonesia mulai berkurang. Terakhir hanya Espanyol yang datang pada tahun 2017. Sisanya? Belum ada lagi. Lantas, mengapa bisa begitu? Menurut CEO Nine Sport, Arief Putra Wicaksono, klub Eropa tak mau datang ke Indonesia karena daya beli orang Indonesia itu rendah. 

Jadi beberapa klub mengeluhkan kalau datang ke Indonesia itu percuma, karena fansnya banyak tapi nggak pada beli merchandise original. Poin ini cukup sulit untuk diperbaiki. Karena permasalahannya bukan pada sistem, melainkan pada mindset masing-masing fans sepakbola.

Sumber: Sportshub, Augustman, 90min, BBC, Goal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *