• February 21, 2024

Pelatih dengan Bayaran Tertinggi di Dunia Saat Ini

Kalau soal perputaran uang, industri sepakbola barangkali jadi salah satu yang paling bernilai tinggi. Milyaran hingga triliunan rupiah digelontorkan sebuah klub setiap tahunnya hanya untuk meningkatkan kualitas tim utama. Tentu bukan hanya soal nilai transfer saja yang melibatkan dana triliunan. Melainkan soal gaji juga demikian.

Para pengamat sepakbola pasti hanya tertuju kepada besaran gaji yang diterima oleh pemain setiap tahunnya. Tapi yang perlu digaji mahal bukan hanya pemain saja. Klub juga menyadari, bahwa peran pelatih juga penting dalam proses menuju kesuksesan. Jadi, beberapa klub berikut ini rela membayar mahal pelatih mereka. Tapi, apakah pelatih-pelatih tersebut layak mendapat gaji tinggi?

Diego Simeone – 34 juta euro

Status Diego Simeone sebagai pelatih dengan bayaran termahal di dunia bukan suatu rahasia lagi. Pelatih asal Argentina ini mendapat 34 juta euro atau setara Rp565 miliar per tahun di Atletico Madrid. Itu jadi angka yang gila untuk seorang pelatih.

Gajinya bahkan hampir dua kali lipat dari Pep Guardiola di Manchester City. Namun, mengingat Atletico bukan klub dengan dompet tertebal di Spanyol, publik jadi terheran-heran. Mengapa Atletico menggaji mahal Simeone?

Menurut manajemen, Simeone merupakan pelatih yang mengubah sejarah klub. Ia mengubah Los Colchoneros dari klub papan tengah menjadi penantang Real Madrid dan Barcelona. Meskipun tak jelek-jelek amat, Atletico memang tak pernah disebut sebagai klub raksasa Spanyol, setidaknya sebelum Simeone datang. 

Maka dari itu, gaji selangit adalah salah satu bentuk terima kasih petinggi klub kepadanya. Tapi tolak ukur kesuksesan seorang pelatih tetaplah jumlah raihan trofi. So, nggak ada salahnya kalau manajemen mempertimbangkan memangkas gajinya musim depan.

Pep Guardiola – 22 juta euro

Pelatih selanjutnya adalah Pep Guardiola. Dilansir Sport Illustrated, dalam kontrak terbarunya bersama Manchester City, Pep akan menerima gaji sebesar 22 juta euro atau setara Rp365 miliar per tahunnya. Atau sekitar 1,8 juta euro (Rp29 miliar) per bulan.

Setelah diambil alih oleh pengusaha asal Abu Dhabi, Manchester City terus mencoba jadi yang terbaik dengan bergonta-ganti pelatih. Tapi dengan adanya Pep Guardiola, City telah menemukan kenyamanan. Pelatih asal Spanyol itu terus beradaptasi dengan perkembangan sepakbola dan membawa Manchester City ke level yang lebih baik.

Jika melihat pencapaian The Sky Blue bersama Pep Guardiola dalam beberapa tahun terakhir, gaji segitu dirasa sangat layak untuknya. Bahkan jika City berniat menaikan gaji sang pelatih mungkin tak akan ada yang mengeluhkannya. Karena Pep memang sebagus itu.

Jurgen Klopp – 18 juta euro

Jurgen Klopp jadi pelatih dengan bayaran termahal ketiga di dunia. Pelatih yang identik dengan kacamata dan topinya itu mendapatkan bayaran sekitar 18 juta euro (Rp299 miliar) per tahun. Kesepakatan itu didapat setelah Klopp menandatangani kontrak baru dengan Liverpool pada tahun 2022.

Sejauh ini pelatih berkebangsaan Jerman itu sudah mempersembahkan beberapa trofi bergengsi termasuk Liga Champions dan Liga Inggris. Dengan menyisakan tiga tahun lagi, Klopp masih berpeluang meraih lebih banyak trofi. Sama halnya dengan Diego Simeone, Klopp juga yang membawa Liverpool bangkit dari kekeringan trofi, jadi nominal tersebut terasa sepadan.

Steven Gerrard – 17,6 juta euro

Nah, yang satu ini agak lain. Steven Gerrard yang baru meneken kontrak dengan salah satu klub Arab Saudi, Al-Ettifaq akan mendapat gaji sekitar 17,6 juta euro atau sekitar Rp292 miliar per tahun. Itu jadi angka yang gila untuk menggaji seorang pelatih yang bisa dibilang gagal di Premier League. Bahkan dengan gaji segitu, Gerrard kini menempati posisi keempat sebagai manajer dengan bayaran termahal di dunia.

Tapi ya namanya masih caper, pasti manajemen Al-Ettifaq akan menghalalkan segala cara untuk menjadikan tim mereka terkenal. Apalagi Al-Ettifaq ini bukan sirkelnya klub-klub plat merah macam Al-Hilal atau Al-Nassr. Jadi, mereka pasti nggak mau kalah saing dengan mendatangkan pelatih dengan nama besar di masa lampau.

Jika ditanya apakah layak Gerrard mendapat gaji setinggi itu? Ya tentu tidak, karena prestasi Gerrard tak lebih dari membawa Rangers juara Liga Skotlandia tahun 2020/21. Tapi ya sah-sah saja Al-Ettifaq menggajinya segitu. 

Massimiliano Allegri – 12,8 juta euro

Cukup mengejutkan bukan? Bayaran Steven Gerrard di Arab Saudi lebih tinggi dari pelatih kawakan, Massimiliano Allegri. Bersama Juventus, ia mengantongi gaji sekitar 12,8 juta euro atau sekitar Rp212 miliar per tahun. Sebetulnya Allegri juga sempat mendapat tawaran gila dari Arab Saudi, tapi tampaknya tawaran itu belum sanggup menggodanya.

Gaji tersebut didapat setelah meneken kontrak dengan Juventus pada tahun 2021 silam. Di bawah kepemimpinan Allegri kali ini, Juve sedang dalam masa-masa sulit. Rangkaian sanksi dan penurunan performa jadi permasalahan yang terus berdatangan. Bahkan banyak pemain yang mulai kurang nyaman diasuh oleh Allegri.

Meski demikian, Allegri bukan orang baru di lingkungan Juve. Di periode sebelumnya, ia jadi pelatih yang membawa Juve mendominasi Serie A. Allegri membawa klub favorit Habib Jafar ini menjuarai Serie A selama lima tahun berturut-turut dari 2015-2019. Dengan pengalaman dan track record baik, Juve dirasa tak berlebihan menggajinya segitu.

Thomas Tuchel – 12 juta euro

Selanjutnya ada Thomas Tuchel. Menggantikan Julian Nagelsmann di Bayern Munchen, Tuchel akan mendapat sekitar 12 juta euro atau setara Rp199 miliar per tahunnya. Angka tersebut sedikit lebih banyak dari apa yang ia dapat sewaktu menangani Chelsea. Di London, Tuchel hanya dibayar 7 juta pounds (Rp134 miliar) per tahun.

Jika melihat pencapaiannya musim lalu, mungkin banyak yang akan menilai kalau gaji tersebut terlalu mahal untuk Tuchel. Lantaran sang pelatih gagal membawa FC Hollywood berprestasi di Liga Champions dan DFB Pokal. Tapi akan terlalu dini apabila hanya menilai kinerja Tuchel dari setengah musim pertamanya saja. Kita akan melihat kinerjanya musim depan. Apakah angka tersebut layak untuknya? We’ll see.

Carlo Ancelotti – 11 juta euro

Nama terakhir adalah Carlo Ancelotti. Pelatih yang kini menukangi Real Madrid itu dikabarkan mendapat gaji sekitar 11 juta euro atau setara dengan Rp182 miliar per tahun. Ini jadi periode keduanya setelah tahun 2013 ia pernah ditunjuk untuk menukangi El Real.

Di periode kedua, Ancelotti bergabung pada tahun 2021 dan dikontrak hingga 2024 mendatang. Don Carlo datang sebagai pelatih yang kenyang akan pengalaman. Tim raksasa macam PSG, Bayern Munchen, AC Milan, Napoli, hingga tim gurem macam Everton sudah pernah ia tangani. Pelatih berusia 64 tahun itu bahkan dianggap jadi pelatih paling berprestasi di dunia.

Maka dari itu, cukup mengejutkan apabila Ancelotti hanya mendapat bayaran segitu di Madrid. Dengan bayaran 11 juta euro per tahun, maka pelatih yang kabarnya akan melatih Timnas Brazil tahun depan itu mendapat tak lebih dari 1 juta euro atau Rp16 miliar per bulannya. 

Dengan enam trofi termasuk satu trofi Liga Spanyol dan Liga Champions yang sudah diberikan kepada El Real selama tiga tahun terakhir, tampaknya manajemen Los Galacticos terlalu tega membayarnya segitu. Terlebih apabila dibandingkan dengan Steven Gerrard yang belum berbicara banyak di sepakbola Eropa.

Sumber: Planet Football, Khelnow, SI, Panditfootball

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *