• March 4, 2024

Miskin Tapi Dapat Banyak Pemain, Bisakah Barcelona Lebih Baik dari Musim Lalu?

Geliat bursa transfer telah ditutup. Banyak klub jor-joran mengeluarkan uangnya demi bersolek mempersiapkan tim lebih baik. Tapi pemandangan berbeda terjadi di Barcelona.

Klub pesakitan keuangan tersebut musim ini hanya keluar sedikit uang untuk mendatangkan pemain. Namun uniknya, dengan kondisi yang fakir miskin seperti ini, mereka bisa-bisanya dapat banyak pemain. Kok bisa?

Masalah Utama Barca

Padahal kalau sudah bicara masalah keuangan, klub Catalan ini selalu jadi bahan cemoohan banyak pihak. Bagaimana bisa klub yang masih punya hutang 1 miliar euro itu mendatangkan banyak pemain? Wong ngasih makan akademinya saja kesusahan.

Ya, memang faktanya klub ini masih sakit dari segi keuangan sejak beberapa musim terakhir. Musim lalu lebih parah lagi, mereka tak tahu malu beli banyak pemain dengan menghambur-hamburkan banyak uang, padahal kondisinya masih krisis. Dari mana sih uangnya? Ya, tiada lain dari pinjaman dan tarik tuas ekonomi mereka.

Sejak musim lalu Barca sudah bertahap menjual aset-aset berharganya. Selain bertujuan menstabilkan keuangan, juga untuk bisa beli dan mendaftarkan pemain. Masih ingat ketika Barca musim lalu kesusahan mendaftarkan pemain barunya gara-gara masalah keuangannya?

Tarik Tuas, Lagi

Nah, di musim ini pun kondisinya hampir sama. Modal mereka tak banyak untuk transfer. Mentok mereka hanya bisa pinjam ataupun ambil pemain gratisan yang gajinya tak begitu tinggi. Pasalnya, pendapatan mereka turun sejak musim lalu dikarenakan gagal melaju jauh di Liga Champions dan gagal juga di Europa League. Di sisi lain mereka juga masih butuh dana untuk renovasi Camp Nou.

Maka dari itu, Barca mau tidak mau kembali menarik tuas ekonomi mereka. Musim ini Barca telah menjual Barca Studios kepada investor asal Jerman seharga 60 juta euro. Dana tersebut telah masuk dalam pembukuan klub, sehingga menyelamatkan Barca dari aturan pembukuan keuangan yang ketat dari La Liga. Artinya, kini Barca bisa bernafas untuk menggaji pemain baru lagi yang mereka inginkan, serta memperpanjang kontrak baru para pemain lamanya.

Dapat Banyak Pemain

Meski dapat ruang, tapi mereka tak seperti musim lalu yang boros. Kali ini mereka sadar dan hati-hati dalam melakukan transfer. Bayangkan, saat bursa transfer La Liga ditutup, mereka hanya keluar uang sebesar 3,4 juta euro saja. Dan jangan salah, dengan uang segitu mereka bisa dapat lima pemain. Bagaimana bisa?

Ya, karena dari lima pemain yang datang hanya satu yang dibeli menggunakan uang tunai yakni Oriol Romeu dari Girona. Itupun tergolong murah meriah harganya. Sisanya, pemain seperti Gundogan, Inigo Martinez, Joao Cancelo, maupun Joao Felix, adalah pemain gratisan dan pinjaman. Kesimpulannya, operasi transfer Barca musim ini tergolong irit tapi efektif. Beda jauh dari musim lalu yang habis sampai 150 juta euro untuk pemain seperti Raphinha, Lewandowski, maupun Kounde.

Lepas Beberapa Pemain

Selain irit di musim ini, Barca tertolong juga dari segi penjualan. Meski banyak mendatangkan pemain, jangan lupa juga mereka banyak lho melepas pemainnya. Hal inilah yang sebenarnya juga sangat membantu nafas Barca dalam hal tagihan gaji.

Kessie, Dest, Umtiti, Lenglet, Alba, Busquets, Eric Garcia, Ansu Fati, maupun Ousmane Dembele sudah tak ada lagi di klub. Pemasukan uang tunai dari Dembele yang dijual ke PSG maupun Kessie ke Al-Ahli juga jadi tambahan modal.

Tambal Sulam Xavi

Lalu bagaimana hubungannya operasi transfer Barca tersebut dengan rencana Xavi musim ini? Faktanya tambal sulam yang dilakukan Barca ini juga atas kehendak Xavi. Xavi merumuskan dengan hati-hati bersama Deco, direktur olahraga klub yang baru agar tambal sulam pemain mereka musim ini bisa tepat guna.

Hal ini juga bagian dari evaluasi yang dilakukan Xavi di musim lalu. Gundogan didatangkan sebagai penambah variasi serangan dari lini tengah. Mental juara dan bertandingnya sebagai leader juga sangat dibutuhkan. Toh sosok senior di lini tengah Barca tak ada lagi sepeninggal Busquets.

Gundogan bukan pengganti Busquets secara posisi. Maka dari itu, Xavi beli Oriol Romeu di posisi Busquets. Inigo Martinez didatangkan sebagai serep bagi bek tengah. Jadi, di saat bek tengah intinya cedera atau absen, tak ada lagi cerita Marcos Alonso jadi bek tengah seperti musim lalu.

Joao Cancelo juga diharapkan sebagai jawaban atas pencarian bek kanan handal Barca selama ini. Maklum, posisi bek kanan ini belum ada yang menandingi pencapaian Dani Alves. Kounde dan Araujo yang musim lalu bergantian mengisi posisi tersebut telah dievaluasi dan dikembalikan sebagai bek tengah.

Sementara kedatangan Joao Felix diharapkan bisa menjadi alternatif serangan Barca di sisi sayap. Xavi musim ini tak lagi bisa mengandalkan kecepatan Dembele maupun Ansu Fati. Felix yang lebih flamboyan dan skillfull bisa jadi kekuatan baru yang tak bisa ditebak oleh lawan.

Bisa Pertahankan La Liga?

Nah dengan cara tambal sulam Xavi tersebut, apakah Barca masih bisa mempertahankan gelar La Liga? Secara permainan, Barcelona di awal musim ini kurang lebih hampir sama seperti musim lalu. Hasil imbang melawan Getafe di pekan pertama, kemudian kemenangan atas Cadiz, Villarreal, dan Osasuna hingga pekan ke-4 La Liga, masih meninggalkan banyak catatan.

Dengan format 4-3-3 atau 4-2-3-1 plus penambahan pemain baru, Barca nyatanya tetap bermain dengan gaya pragmatis. Di laga melawan Getafe, gaya main seperti itu dihukum oleh deadlock dengan hasil seri. Di laga melawan Villarreal maupun Osasuna, gaya main tersebut hampir saja dihukum dengan hasil seri, untungnya mereka tertolong oleh gol di menit-menit akhir.

Terlebih, saingan mereka Real Madrid dan Atletico Madrid kini telah bangkit. El Real dan Los Colchoneros juga belum terkalahkan lho hingga pekan ke-4 ini. Asal tahu saja, Barca juara musim lalu juga tertolong oleh pesaingnya seperti Real Madrid, maupun Atletico Madrid yang terpuruk.

Pertaruhan Di Liga Champions

Lalu bagaimana kalau di Liga Champions? Tak mau lagi dong musim ini mereka tergusur lagi ke Liga Malam Jumat? Terlebih mereka mendapat grup yang secara di atas kertas memudahkan mereka.

Blaugrana yang berada pada Pot 1, satu grup dengan Porto, Shakhtar Donetsk, dan Royal Antwerp. Juara grup nampaknya adalah harga mati sekaligus pembuktian bagi Xavi. Kalau sudah diberi grup mudah seperti ini tak bisa lolos lagi, ya kebangetan. Selain gengsi, jika tak lolos mereka juga akan kehilangan banyak pundi-pundi uang.

Kalaupun lolos dari grup, lawan di Drawing 16 besar juga akan jadi kunci bagi Barca untuk melangkah lebih jauh. Pasalnya, penampilan Barca terakhir di babak knockout Liga Champions hanya berakhir di babak 16 besar. Ketika itu di musim 2020/21 kala dikalahkan oleh PSG dengan agregat 5-2.

Dengan operasi transfer Barca musim panas ini yang berjalan efektif dan seirit mungkin, tentu diharapkan bisa membuat Barca lebih baik secara permainan maupun prestasi dibanding musim lalu. Jika tidak, taruhannya kembali adalah masalah finansial. Dan bukan tidak mungkin juga kalau posisi Xavi akan makin dalam bahaya.

Sumber Referensi : futballnews, sportskeeda, worldsoccertalk, sportcal, dailymail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *