• September 22, 2023

Mari Menyambut Rivalitas Baru Kota Manchester!

Kota Manchester di Inggris kedatangan talenta luar biasa lagi dari negeri Skandinavia. Orang itu adalah Rasmus Winther Hojlund. Pemain muda Denmark yang merapat ke Manchester United. Setan Merah menebusnya dengan harga yang sangat fantastis, yakni Rp1 triliun lebih.

Hadirnya Rasmus Hojlund ke Manchester United, suka tidak suka akan melahirkan sensasi baru di Liga Primer Inggris, terutama dalam rivalitas di Kota Manchester. Semua orang tahu, di kubu rival, Manchester City sudah lebih dulu merekrut pemain Skandinavia, Erling Haaland. Buah hati Alf Inge itu bahkan sudah memberikan treble winner untuk Manchester City.

Jadi, bagaimana Hojlund dan Haaland akan menumbuhkan rivalitas dengan nuansa baru di Kota Manchester? Mungkinkah Rasmus Hojlund bisa mengungguli Erling Haaland di musim depan?

Manchester United Mendatangkan Rasmus Hojlund

Seperti yang sudah disebutkan tadi, Manchester United mendatangkan Hojlund dengan mahar lebih dari Rp1 triliun. Tentu saja tidak sembarangan United memilih Hojlund. Sebab dari sekian nama yang dimau Erik ten Hag, hanya pemuda Denmark itulah yang tersedia. Manchester United sulit untuk mendatangkan pemain macam Harry Kane, Victor Osimhen, sampai Goncalo Ramos.

Alasannya jelas karena tim-tim yang memiliki pemain tadi membanderol harga yang sangat tinggi. Lagi pula Hojlund memang sosok yang dimau Erik ten Hag. Eks manajer Ajax itu membutuhkan sosok striker murni, atau dalam bahasa taktiknya penyerang nomor β€œ9”. Yang mana tugasnya adalah memburu gol.

Ten Hag sudah mendapatkan Andre Onana, kiper dengan kualitas distribusi bola yang baik. Maka ia juga tidak ingin melepas begitu saja si Hojlund ini. Untungnya klub mau memenuhi keinginan Ten Hag. Dan Hojlund pun akhirnya merapat ke Old Trafford. Ia akan menjadi penyerang nomor β€œ9” yang diidam-idamkan MU selama ini.

Hadirnya Penyerang Nomor β€œ9” di Derby Manchester

Kehadiran Rasmus Hojlund benar-benar akan membuat Derby Manchester semakin menarik. Persetan jika kamu menganggap pertandingan antara Manchester United vs Manchester City sudah tidak seimbang lagi. Toh jika kita berkaca dari musim lalu, sejatinya Manchester United di tangan Ten Hag masih bisa mengalahkan City di Old Trafford pada Januari 2023 lalu.

Kembali lagi soal Hojlund. Kedatangannya menambah bara persaingan lini depan antara dua tim Manchester. Kini di Derby Manchester kita akan kembali menyaksikan dua penyerang bertipe nomor β€œ9” berhadap-hadapan. Manchester United dengan Rasmus Hojlund, sedangkan The Citizens masih dengan Erling Haaland-nya.

Ini adalah fenomena yang cukup langka. Jarang-jarang kita melihat dua tim Manchester sama-sama memiliki dua penyerang tengah. Di dua atau tiga musim terakhir saja, hanya salah satu dari mereka yang memiliki penyerang murni nomor β€œ9”. Manchester United misalnya.

Setan Merah sejauh ini hanya mengandalkan Marcus Rashford sampai Cristiano Ronaldo untuk ditempatkan di posisi penyerang tengah. Padahal penyerang tengah bukanlah posisi terbaik Rashford maupun CR7. Di sisi lain, setelah tidak lagi diperkuat Sergio Aguero dan Edin Dzeko, City tak sering memakai sosok striker murni. Gabriel Jesus itu pun jarang-jarang dipakai.

Persaingan dua penyerang tengah di Derby Manchester lebih sering terjadi ketika Sir Alex Ferguson masih melatih Manchester United. Dulu United punya penyerang tengah seperti Robin van Persie, Danny Welbeck, sampai Dimitar Berbatov. Di sisi Manchester City, mereka punya penyerang tengah seperti Carlos Tevez yang juga pernah berseragam MU, Sergio Aguero, Edin Dzeko, sampai Mario Balotelli.

Gaya Bermain

Kini darah persaingan penyerang tengah itu mengalir pada Rasmus Hojlund dan Erling Haaland. Kedua pemain ini juga sama-sama masih cukup muda. Hanya saja Haaland lebih tua dari Hojlund tiga tahun. Namun, soal gaya bermain, keduanya memiliki banyak kesamaan.

Selain sama-sama pengguna kaki kidal, baik Hojlund maupun Haaland adalah tipikal striker yang bisa beroperasi di sepertiga akhir dan sering di dalam kotak penalti. Kedua striker juga tegas dan berani dalam berduel, terutama dalam duel-duel di udara.

Tidak hanya itu, kemampuan reading the game keduanya juga sangat apik. Disamping penempatan posisi yang cerdas, keduanya punya akselerasi yang luar biasa. Cepat, tangkas, dan trengginas ketika berada di dalam kotak penalti. Namun, perkara penyelesaian akhir, Haaland lebih klinis ketimbang Hojlund yang belum terbukti.

Hal itu sudah terbukti musim lalu dengan menjadi top skor Premier League. Akan tetapi Manchester United tidak perlu berkecil hati. Di tim nasional, Hojlund telah memberi bukti bahwa ia striker yang sangat berbahaya. Hojlund telah mengungguli para pendahulunya dengan mencetak lima gol setelah memainkan empat laga bersama Timnas Denmark.

Hojlund melebihi para legenda Denmark, seperti Michael Laudrup (5 laga), Nicklas Bendtner (14 laga), Preben Elkjaer (6 laga), sampai Jon Dahl Tomasson (14 laga). Selain itu Hojlund juga lebih sering turun ke belakang daripada Erling Haaland. Tentu saja ini bisa menguntungkan Manchester United.

Statistik

Nah, soal statistik, Hojlund yang disebut-sebut sebagai β€œHaaland Baru” ternyata memang masih kalah jauh dengan Haaland yang asli. Pemain Norwegia itu setidaknya sudah mencetak 93 gol sebelum berseragam Manchester City. Sedangkan ketika masih memperkuat Sturm Graz dan Atalanta, Hojlund baru mencetak 18 gol saja.

Mengutip data The Analyst, pemain Denmark itu juga tidak cukup sering melepas tembakan. Di Sturm Graz dan Atalanta, Hojlund rata-rata melepas 2,4 tembakan per laga. Sementara Haaland, mengutip Fbref, selama berseragam Dortmund dan RB Salzburg melahirkan rata-rata 3,34 tembakan per 90 menit.

Kelemahan dan Kekuatan

Statistik dalam mencetak gol dan menerbitkan ancaman di kubu lawan, Hojlund memang kalah dari Haaland. Apalagi di Atalanta sebetulnya Hojlund hanyalah pelapis dari striker Duvan Zapata. Sementara Haaland di dua klub sebelumnya juga sudah menjadi striker andalan.

Namun, sekali lagi MU tak perlu khawatir. Hojlund lebih sering terlibat dalam fase build-up ketimbang Haaland. Jika Haaland lebih sering menerima bola di sekitar titik 12 pas, Hojlund nyaman menerima bola di area yang lebih dalam. Maka dari itu, Hojlund lebih sering melakukan giringan daripada Haaland.

Dikutip data dari Fbref, Hojlund sering membawa bola ke area pertahanan lawan, angkanya 1,96 per 90 menit. Haaland juga melakukan hal serupa tapi angkanya sangat rendah, yaitu 1,1 per 90 menit. Hojlund juga unggul dari segi take-ons atau usaha seorang pemain menggiring bola melewati lawan.

Masih dari data yang sama, Hojlund melakukan rata-rata 1,37 take-ons sukses per laga, sedangkan Haaland 0,57 take-ons sukses per 90 menit. Jadi, kedua penyerang ini memang punya kekuatan dan kelemahannya masing-masing.

Namun, khusus untuk Rasmus Hojlund, Manchester United perlu bersabar. Walau bagaimana bintang Timnas Denmark itu masih anak bawang di Liga Primer Inggris. Well, football lovers siap nggak nih menyaksikan duel dua penyerang tengah ini di Derby Manchester?

Sumber: SportsManor, TheAnalyst, SkySports, Goal, Ugeavisen, Fbref, Fbref

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *