• February 21, 2024

Lagi-Lagi Istanbul Terancam Gagal Jadi Venue Final Champions League? Ini Kronologinya

Pada bulan Juni mendatang, Liga Champions akan menggelar partai final. Tahun ini, stadion final Liga Champion sudah ditentukan. Stadion tersebut adalah Olympic Stadium Ataturk di Istanbul Turki. Tapi muncul berita kalau venue final akan dipindah. Laga final jadinya dikabarkan akan dipindah ke Portugal.

Ini menyusul laporan dari daily mail yang mengatakan UEFA sudah melakukan pendekatan informal kepada federasi sepak bola Portugal. UEFA menilai situasi politik di Turki pasca pemilihan presiden akan membahayakan keselamatan para fans. Mereka pun cari alternatif venue lain untuk menggelar event akbar ini.

Ataturk Stadium, Stadion Yang Bersejarah

Jika ini benar terjadi, maka akan sangat disayangkan. Stadion Ataturk adalah stadion yang sangat bersejarah. Stadion tersebut mulai dibangun di tahun 1999 dan sudah beroperasi sejak tahun 2002. Awalnya stadion ini dibangun untuk jadi daya tawar pengajuan tuan rumah Olimpiade 2008. Sayangnya Istanbul kalah dari Beijing yang terpilih jadi penyelenggara Olimpiade 2008.

Meskipun begitu, Stadion ini tetap memegang sejarahnya sendiri. Khususnya bagi pecinta sepak bola da Liga Champions. Siapa yang bisa lupa dengan final Champions League musim 2005/05? Laga final ikonik antara Liverpool dan AC Milan itu jadi salah satu partai final terbaik dalam sejarah Liga Champions.

Saat itu AC Milan sudah unggul 3-0 di babak pertama. Tapi secara heroik Liverpool bisa bangkit dari ketertinggalan di babak kedua. Mereka mencetak 3 gol sekaligus untuk membuat kedudukan imbang. Liverpool pun juara lewat babak adu penalti. Malam final yang gila itu lebih dikenal dengan julukan “Miracle of Istanbul” sampai sekarang.

Jadi saksi bisu atas dramatisnya partai final Champions League saat itu membuat Ataturk Stadium menyandang status sebagai salah satu stadion yang paling ikonik di Eropa. Ini memang sudah pantas disandang olehnya.

Sebab selain partai final itu, Ataturk Stadium juga merupakan stadion terbesar di Turki. Stadion ini memiliki kapasitas 76.000 penonton. Di tahun 2014, UEFA memberikan status komplek olahraga bintang 5 kepada Ataturk Stadium. Stadion megah ini juga jadi rumah beberapa klub top Liga Turki. Diantaranya Istanbul Basaksehir, Besiktas, dan Galatasaray.

Dua Kali Gagal Final

Ini bukan kali pertama Ataturk diterpa berita pembatalan final Champions. Ataturk Stadium sebenarnya merupakan venue final Champions League tahun 2020. Tapi saat itu pandemi Covid sedang berada di puncaknya. Beberapa pertandingan liga sempat harus dihentikan. UEFA bahkan merombak kembali kompetisi mereka dengan tidak memainkan laga tandang maupun kandang di babak gugur Champions League.

Partai final yang seharusnya digelar di Istanbul pun dipindah ke Lisbon. Tepatnya di Stadium of Light, markas Benfica. Pertandingan final antara Bayern Munchen dan PSG itu pun digelar tanpa adanya penonton di stadium.

Satu tahun setelahnya, tepatnya di tahun 2021 UEFA merencanakan kembali bahwa final Champions League akan digelar di Ataturk Stadium. Tahun 2021 itu mempertemukan duel tim Inggris, Chelsea dan Manchester City di final.

Sayangnya pada tahun tersebut kasus Covid di Turki dianggap belum mereda. Negara Turki saat itu juga berada di daftar merah pemerintah Inggris. Ini mempersulit kedua tim untuk melakukan perjalanan ke Turki.

Untuk dua kedua kalinya berturut-turut, Istanbul kembali gagal menggelar partai akbar Liga Champions. UEFA pun memindah partai final lagi-lagi ke Portugal. Kali ini ke Estadio do Dragao yang merupakan markas rival Benfica, Porto.

Terancam Gagal Lagi

Musim ini, UEFA kembali menunjuk Ataturk Stadium sebagai lokasi penyelenggaraan final Liga Champions. Tapi, lagi-lagi muncul kabar kalau final akan dipindah lagi ke Portugal. Dilansir dari daily mail, UEFA sudah melakukan pembicaraan informal kepada federasi sepak bola Portugal sebagai alternatif venue final.

Kali ini alasannya bukan karena pandemi Covid. Melainkan urusan politik. Tahun ini Turki berada dalam tahun Politik. Dimana Turkis sedang menggelar pemilihan Presiden. Keadaan sementara, petahana Presiden Erdogan diperkirakan bakal kalah dari kandidat lainnya, Kemal Kilicdaroglu.

Jika ini benar terjadi dan Erdogan yang sudah memimpin selama dua dekade ternyata kalah dalam pemilihan, banyak pendukung fanatiknya yang akan kecewa. Ini memunculkan kemungkinan adanya kerusuhan dan aksi dari para pendukung yang kalah di Istanbul dan kota-kota besar turki lainnya.

Pemilihan suara Presiden Turki akan dilakukan pada tanggal 14 Mei nanti. Tapi ada potensi digelarnya pemilihan ulang pada tanggal 28 Mei. Sedangkan partai final akan digelar pada tanggal 10 Juni waktu setempat. Itu yang membuat UEFA dinilai tidak mau ambil resiko demi keselamatan para fans.

UEFA Bantah Rumor Itu

Menanggapi berita tersebut, dilansir dari Mirror.uk UEFA membantah adanya rencana memindah venue partai final. UEFA bersikeras laga final akan tetap digelar di Ataturk Stadium apapun kondisi politik di Turki nantinya.

Meskipun keselamatan para fans merupakan prioritas dari UEFA musim ini. Terutama setelah penanganan kacau pada partai final di Parc de Princes musim kemarin. Dimana fans Liverpool mengalami perlakuan buruk otoritas Paris.

Terlepas dari itu UEFA telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengatakan kalau partai final akan dipindah. Dikutip dari mirror, pernyataan resmi itu berbunyi: “Menyusul beberapa laporan media yang kurang akurat, UEFA ingin mengklarifikasi perihal tempat partai final Liga Champions 2023. Final Liga Champions akan berlangsung di Istanbul sesuai jadwal, 10 Juni. UEFA tidak berdiskusi dengan lembaga politik, pemerintah, atau federasi sepak bola manapun.”

Beberapa sumber juga sudah mengisyaratkan kalau UEFA tidak akan memindah laga final ke Portugal atau negara manapun. Dilansir dari Mirror, UEFA akhir-akhir ini sudah sering melakukan kunjungan ke Ataturk Stadium guna mengecek kesiapan dan keamanan stadion.

Sejak awal tahun ini, UEFA sudah menyusun rencana darurat untuk memastikan tidak ada masalah keamanan di venue partai final nantinya. Protokol-protokol keselamatan dan pencegahan itu sudah jadi standar UEFA sejak pandemi Covid terjadi.

Sumber referensi: Daily, FTB, Sportskeeda, Mirror

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *