• February 21, 2024

Kok MU Mulu Sih? Ini Alasan Manchester United Sering Dibicarakan

Tidak peduli apakah kamu penggemar sepak bola atau bukan, seorang fanatik atau fans karbitan, Manchester United pasti menjadi klub yang sering kamu dengar. Bahkan kalau kamu tidak pernah sekali pun mengikuti sepak bola.

Di media sosial, Youtube, media online, Manchester United akan selalu menjadi bahan pembicaraan. Klub berjuluk Setan Merah itu boleh jadi memenuhi sendi-sendi kehidupan kita. Mengalir dalam setiap darah dan nafas kita. Jenuh? Mungkin saja. Ah tapi, bisa jadi tidak.

Sebab toh segala hal yang bertautan dengan United pasti ramai. Siapa pun pasti akan hanyut untuk ikutan membahas Manchester United. Ingat ketika MU dicukur Liverpool 7-0? Akun-akun yang bukan akun bola saja ikutan. Gopay, BCA, Trans 7, sampai merek kondom Durex pun tak mau ketinggalan. Sungguh, MU adalah pahlawan di balik merekahnya senyum masyarakat dunia.

Tetapi, sebetulnya mengapa sih kok MU mulu yang dibahas? Apa yang membuat Manchester United selalu menjadi bahan perbincangan, sampai-sampai muncul istilah “Nggak MU, Nggak Makan”?

Klub yang Sering Dibully

Belakangan ini Manchester United memang selalu jadi bahan pembicaraan. Namun pembahasannya terbilang tidak cukup beragam. Banyak dari pembahasan soal Manchester United bernada negatif. Alih-alih dibicarakan hal-hal positifnya, United justru ramai karena banyak yang mengejeknya.

Jika ada sebuah riset yang sangat komprehensif membahas soal klub mana yang paling sering di-bully, maka Manchester United mungkin akan menduduki peringkat teratas. Kalau nggak percaya, silakan tengok di linimasa media sosial.

Tidak hanya Manchester United-nya yang diejek. Fans MU juga sering kena ledekan fans klub lain. Terlebih di era digital dan serba mudah seperti sekarang ini. Di dunia digital dengan paparan informasi yang menyamai kecepatan kuda, orang akan lebih mudah menggerakkan jari-jarinya ketimbang mengaktifkan akalnya. Nah, di situlah fans MU sering dijadikan bahan ejekan.

Misalnya nih, ketika Manchester United sedang tampil buruk. Atau seorang pemain MU yang dibeli mahal berpenampilan jauh di bawah ekspektasi. Meski baru satu-dua pertandingan, akan ada saja orang yang mencibirnya di media sosial. Dan sudah pasti fans MU akan berteriak lantang membela si pemain seperti seorang buruh membela haknya.

Karena jumlah fans MU sangat banyak, kendati tak semuanya gampang tersulut emosi, sudah pasti unggahan yang mengejek MU itu akan naik. Di media sosial, terutama di X, yang dulunya Twitter, unggahan tersebut pasti akan meroket. Walaupun bertendensi negatif, setidaknya hal itulah yang membuat Manchester United selalu menguasai lini masa.

Penguasa Liga Inggris

Tapi apakah karena hal-hal negatif saja MU jadi bahan gunjingan? Ah, tentu saja tidak begitu, kawanku. Manchester United itu punya rentetan prestasi yang sangat amat gemilang. Apalagi kalau kita membicarakan sepak bola di tanah Inggris. Klub yang pada era-era awal pendiriannya terlilit hutang dan nyaris bangkrut itu adalah salah satu klub tersukses di Inggris.

Sampai tahun 2023, seminimal-minimalnya Manchester United adalah klub dengan torehan Liga Inggris terbanyak dengan 20 trofi. Perolehan itu unggul sangat jauh dari Manchester City (9) yang kemarin meraih tri gelar. Satu-satunya klub di tanah Inggris yang bisa menyaingi The Red Devils adalah Liverpool.

Liverpool mengoleksi setidaknya 19 gelar Premier League. Tidak hanya itu, The Reds juga mengungguli Manchester United soal perolehan trofi mayor. MU, sampai tahun 2023, mengoleksi 69 gelar. Liverpool sudah 70 gelar. Jadi, MU bukan klub terhebat di tanah Inggris, dong?

Secara keseluruhan tidak. Tetapi kalau mengacu ke Liga Inggris, selama gelar Liverpool belum mencapai 20, United tetap menjadi penguasanya. Eh, tunggu sebentar. Kalaupun Liverpool meraih juara Liga Inggris musim 2023/24 dan menggenapi gelarnya, yakin pembahasan soal Liverpool akan lebih banyak dari MU?

Faktor Sir Alex

Pertanyaan tersebut tentu saja tidak hadir dari ruang hampa. Karena pada akhirnya Manchester United lah yang justru akan menjadi tolok ukur kesuksesan. Lihatlah setiap kali tim, terutama dari Liga Inggris yang memenangkan sebuah trofi sudah barang tentu akan dibandingkan dengan Manchester United. Di media sosial itu sering terjadi.

Mengapa MU bisa menjadi tolok ukur? Tim ini digambarkan sebagai tim dengan stabilitas yang luar biasa. Bisa bertahan di kasta atas dan punya ketahanan yang maksimal. Manchester United adalah klub yang punya karakter kuat dalam menghadapi tantangan.

Entah itu harus menghadapi cemoohan, kemenangan di akhir laga, kebobolan di menit awal, atau mencetak gol di ujung laga. Orang yang berhasil bikin MU seperti itu adalah pria Skotlandia bernama Alexander Chapman Ferguson. Fergie dengan MU-nya telah mengubah wajah sepak bola. Dengan rentetan gelar, Sir Alex menahbiskan diri sebagai Manajer Terbaik Sepanjang Masa.

Kejayaan MU di tangan Sir Alex itulah yang, menurut Yusuf Dalipin dalam bukunya Dongeng Negeri Bola, sengaja dibentuk untuk terus diceritakan ibarat dongeng sebelum tidur. Sehingga ketika MU era Sir Alex karam, tanah Inggris harus menciptakan dongeng baru lagi. Meskipun jelas tidak gampang untuk menyaingi pengaruh MU era Sir Alex.

Pemain Bintang

Tidak berhenti sampai situ. Manchester United akan selalu dibicarakan sebab tim ini sudah menjadi rumah bagi pesepakbola kenamaan. “Pemuda, Keberanian, Kehebatan” adalah motto yang dipegang teguh klub yang bermarkas di Old Trafford ini. Dari situlah Manchester United melahirkan pemain-pemain kelas satu selama bertahun-tahun.

Seperti David Beckham, Paul Scholes, Nicky Butt, Ryan Giggs, sampai Duo Neville yang tergabung dalam “The Class of ‘92”. Selain itu, United juga menjadi rumah bagi pemain terkemuka seperti Sir Bobby Charlton, Denis Law, Eric Cantona, Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, Zlatan Ibrahimovic, dan masih banyak lagi.

Disamping itu Manchester United yang sering membeli pemain dengan banderol tinggi juga membuat mereka sering dibicarakan. Jika pemain yang dibeli mahal itu bapuk sudah pasti akan jadi santapan lezat untuk mencibir MU. Dari Harry Maguire, Jadon Sancho, Mason Mount, Anthony Martial, sampai Antony “Gasing” sudah terkena getahnya.

Overrated

Belakangan ini Manchester United menjadi tim yang dicap “overrated”. Diagung-agungkan sebagai penguasa Liga Inggris. Dipuja-puja sebagai tim terbaik sepanjang masa. Tapi pada akhirnya jatuh ke lubang yang bernama kenestapaan. Lihatlah meski sering dipenuhi pemain-pemain mahal, tidak ada jaminan bahwa MU akan berprestasi.

Bahkan klub yang satu ini pernah cukup lama puasa gelar. Untungnya, kemarin sudah berbuka. Yah, meskipun hanya dengan cemilan berupa Carabao Cup. Sisanya, Manchester United kesulitan untuk meraih trofi-trofi mayor. Pun untuk meraih kemenangan saja, MU kepayahan.

Punya uang banyak, selalu membeli pemain dengan harga mahal, dihiasi pemain bintang, dielu-elukan, tapi penampilannya bapuk bukan main. Sudah tentu hal tersebut akan menjadi bahan bakar untuk terus membicarakan Manchester United. Dasar tim overrated!

Klub Terbaik dan Paling Populer

Namun, saudaraku, sampai hari ini Manchester United toh masih menjadi tim terbaik di dunia. Majalah Radio Times merilis daftar tim terbaik secara selama musim 2022/23. Hasilnya, Manchester United yang diasuh Erik Ten Hag menempati posisi 10 dari 10 tim terbaik versi majalah ini. Yah, walaupun berada di posisi paling bongsor, terbaik tetaplah terbaik bukan?

Selain itu, Manchester United jugalah menjadi salah satu tim terpopuler sedunia sepanjang masa. Menurut Give Me Sport, seragam kandang MU bahkan sudah menjadi ikon di dunia sepak bola. Sebab sering menduduki posisi pertama untuk penjualan seragam. Dilansir Sport Brief, data tahun 2022 yang dipublikasikan tahun 2023 menunjukkan bahwa seragam MU menjadi yang terlaris.

Seragam Manchester United terjual sekitar 3,22 juta. Unggul dari Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen. Pengikut Manchester United di media sosial, terutama Instagram juga terus bertambah banyak. Sampai naskah untuk video ini dibuat, pengikut MU di Instagram mencapai 62 juta lebih. Jadi kesimpulannya, MU ini semakin diejek justru semakin populer.

Sumber: SportsBurnout, Quora, Sportskeeda, RadioTimes, SportsUnfold, SportsBrief, GiveMeSport

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *