• March 4, 2024

Ketika Fergie Kesulitan Mencari Pengganti Kiper Manchester United

MU sejak zaman Fergie terkadang mengalami kesusahan mencari kiper pengganti yang tepat. Mencari pengganti kiper yang sudah lama menjadi andalan klub baginya adalah sesuatu yang tak semudah membalik telapak tangan.

Terbukti dari beberapa kebijakan yang dilakukannya dalam membeli kiper pengganti, ada kalanya Fergie pun pernah mengalami kegagalan dalam merekrut seorang kiper.

Kebohongan Schmeichel

Kesusahan Fergie itu dimulai pasca mereka menyegel Treble Winners di tahun 1999. Kiper utama mereka yang sudah bersama menjadi andalan sejak 1991, Peter Schmeichel memutuskan untuk pensiun.

Tapi masalahnya, itu menjadi sebuah kebohongan publik terhadap MU dan Fergie. Pasalnya ia malah melanjutkan karirnya sebagai kiper di klub lain seperti Sporting Lisbon dan kemudian Aston Villa. Yang lebih menyakitkan lagi, kebohongan itu ditambah dengan pengkhianatan kala dirinya bergabung dengan sang rival, Manchester City di tahun 2002.

Dikutip Sportbible, Gary Neville menyebut kiper Denmark itu telah berkhianat kepada Fergie dan klub. Menurutnya ia memang legenda klub, namun sikapnya itu justru menghilangkan rasa respect kepadanya.

Bosnich dan Taibi

Mencari pengganti Schmeichel ketika memutuskan hengkang dari Old Trafford bukan pekerjaan yang mudah. Saking lamanya berada pada zona nyaman bersama Schmeichel, Fergie pun pernah kesusahan mencari pengganti yang sepadan.

Fergie pun terkena sindrom panic buying ketika itu. Alhasil yang datang sebagai suksesor Schmeichel adalah Mark Bosnich. Bosnich dibeli dari Aston Villa setelah kontraknya habis. Bosnich diangkut karena penampilannya yang cukup mengesankan selama berseragam The Villains.

Dalam buku autobiografinya, disebutkan bahwa ternyata bukan Bosnich sebenarnya yang diinginkan Fergie sebagai suksesor Schmeichel. Melainkan kiper Ajax, Van der Sar yang ketika itu memilih hijrah ke Juventus. Tapi apa boleh buat, Bosnich sudah kadung dipantau dan dibayar oleh manajemen MU. Mau tidak mau Fergie harus menggunakannya.

Sebagai β€œkiper yang tak diinginkan” Bosnich pun tampil kurang maksimal. Berat badannya kerap menjadi sasaran tembak Fergie. Posisinya pun terkadang digantikan oleh kiper pelapis, Van Der Gouw. Fergie pun tak puas dan memilih untuk mendatangkan kiper lain di paruh musim yakni Massimo Taibi dari Venezia.

Awalnya Fergie sebenarnya tak yakin dengan Taibi. Tapi apa boleh buat, Bosnich dan Van Der Gouw tak selalu maksimal dan sering juga absen karena cedera. Ternyata keraguan itu benar adanya. Kiper kawakan Italia itu tampil buruk, dan bahkan sering blunder. Saking tidak percayanya, ia hanya dipakai Fergie selama empat laga saja di Liga Inggris.

Barthez Pun Tak Awet

Yang agak mendingan performanya sebagai penerus Schmeichel adalah β€œsi botak” Fabian Barthez. Kiper juara dunia dan juara Eropa bersama Prancis ini, didatangkan Fergie dari Monaco dengan mahar 7,8 juta pounds. Mahar tertinggi dalam perekrutan seorang kiper pada zaman itu.

β€œSi botak” yang eksentrik itu, nyatanya mampu menyedot banyak atensi para fans United. Penampilannya yang solid di bawah mistar menghasilkan beberapa penyelamatan penting bagi MU. Hal itu membuat Fergie terus mempertahankannya, meski banyak kritik tentang Barthez mengenai beberapa aksi arogannya yang tak penting.

Dua gelar juara Liga Inggris turut menyertai perjalanannya di Old Trafford. Sampai pada akhirnya, ia tak dipertahankan lagi karena performanya yang menurun pada musim 2002/03. Fergie sudah habis kesabaran. Barthez pun kerap dicadangkan dan digantikan oleh kiper pelapis Roy Carroll.

Coba-Coba Kiper Amerika

β€œSi botak” pun akhirnya hengkang dari Old Trafford menuju Marseille. Karena Fergie lebih memilih mendatangkan kiper baru di 2003 bernama Tim Howard. Howard digadang-gadang sebagai tembok kokoh masa depan MU.

Penampilannya yang ciamik ketika di MLS tak dimungkiri telah memukau Fergie. Tapi nyatanya ketika dicoba di Liga Inggris berbeda hasilnya. Bahkan saking tak konsistenya kiper pelapis Roy Carrol pun sempat beberapa kali dipakai sebagai kiper inti MU.

Kiper Amerika itu nyatanya hanya bertahan dua musim saja di Theater Of Dreams, dengan catatan yang tidak terlalu meyakinkan. Lantas Howard pun rela pergi setelah pada tahun 2005, Fergie akhirnya mendapatkan kiper dambaannya sejak dulu, Edwin Van Der Sar dari Fulham.

Ketika Van Der Sar Datang

Barulah ketika Van Der Sar datang semuanya berubah. MU dan Fergie tampaknya punya keyakinan berlebih soal keamanan gawangnya terhadap pemain Belanda tersebut. Di mata Fergie dalam buku Autobiografinya, Van der Sar merupakan penjaga gawang yang memiliki kemampuan komplit, yakni ketenangan, kekokohan, penguasaan bola, dan kemampuan mengorganisasi.

Van Der Sar pun tak lupa juga berterima kasih kepada MU dan Fergie. MU dan Fergie dianggap Van Der Sar sebagai penyelamat karirnya. Dalam wawancaranya dengan The Sun, kiper Belanda itu mengungkapkan jika dirinya tetap di Fulham, ia bisa-bisa sudah pensiun dan tak akan kembali lagi performanya di usia yang sudah tak muda lagi.

Kerjasama yang apik antara Van Der Sar dan Fergie telah berlangsung lama. Beberapa gelar telah diraihnya bersama. Ia membentuk benteng kokoh di lini pertahanan MU dengan para bek yang kokoh pula. Van Der Sar baru memutuskan untuk pensiun pada tahun 2011. Ia sudah menyumbang 12 gelar prestisius selama 6 tahunnya berseragam Red Devils. Maka dari itu, MU kembali kehilangan sosok yang membuat mereka nyaman seperti Schmeichel dulu.

Mencari Pengganti Van Der Sar

Apakah mencari penggantinya sesusah dulu? Faktanya sejak Van Der Sar pensiun, ancang-ancang mencari suksesor kiper sudah dilakukan MU. Lewat pertimbangan Fergie dan pelatih kiper MU, Eric Steele, ada beberapa nama yang disiapkan.

Nama itu antara lain David De Gea dari Atletico Madrid, Manuel Neuer dari Schalke, Anders Lindegaard dari Ausland, dan juga Maarten Stekelenburg dari Ajax. Nah, dari semua itu ternyata ada dua pilihan mengerucut dari Fergie, yakni Lindegaard dan De Gea.

Awalnya, Fergie ini sebenarnya ngebet untuk segera rampungkan transfer kiper muda Denmark, Anders Lindegaard. Ia digadang-gadang sebagai β€œThe New Schmeichel” yang tepat sebagai suksesor Van Der Sar.

Maka dari itu yang datang duluan ke MU itu adalah Lindegaard, bukan De Gea. Ia sengaja direkrut duluan oleh Fergie untuk belajar dulu dari Van Der Sar di musim 2010/11. Barulah setelah musim baru 2011/12 dimulai, datanglah De Gea. Dengan mahar yang lumayan tinggi yakni sekitar 19 juta pounds, percikan persaingan menjadi kiper utama di MU pun dimulai.

Tak jarang keduanya silih berganti dipakai sebagai starter oleh Fergie. Keduanya pun sama-sama belum terlalu konsisten pasca ditinggal Van Der Sar. Sampai akhirnya, De Gea menunjukkan sisi terbaiknya di musim ketika Fergie pensiun 2012/13. Gelar juara Liga Inggris di musim itulah yang menjadi awal pembuktian bahwa De Gea pantas menyandang penerus Van Der Sar di bawah mistar MU.

Sumber Referensi : dailystar, bleacherreport, theguardian, mirror, bbc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *