• March 4, 2024

Kenapa Sih Bintang Eropa Ini Tolak Gabung Ke Liga Arab?

Siapa sih pemain yang tak mau ke Liga Arab Saudi? Sudah gajinya tinggi, peluang jadi bintang di sana pun terbuka lebar. Tapi di sisi lain ada juga lho, pemain yang justru menolak menerima gelimangan tawaran sultan itu. Para pemain itu tentu punya alasan tersendiri kenapa menolak. Siapa saja sih pemain tersebut?

Jamie Vardy

Ada Jamie Vardy. Ikon Leicester City yang kini hanya bermain di kasta kedua Liga Inggris. Dirinya kini ibarat sebatang kara di The Foxes. Ia ditinggal para rekannya hijrah seperti Tielemans, Maddison, Soyuncu, Barnes, maupun lainnya. Kesetiaannya kepada The Foxes pun kemudian diuji dengan tawaran emas dari klub Khaleej FC.

Menurut Rob Dessert, wartawan senior Sky Sports, tawaran gaji Vardy tak disebutkan dan yang pasti bernilai dua kali lipat gajinya di Leicester. Akan tetapi, justru setelah melihat tawaran tersebut Vardy langsung menolaknya.

Ia berdalih keluarganya tak cocok apabila tinggal di Arab. Namun tak hanya itu, Vardy percaya dengan kontraknya yang tinggal setahun saja, ia berkewajiban menuntaskan pengabdian di klub yang telah membesarkannya itu.

Selain itu, sang pelatih baru The Foxes, Enzo Maresca juga ingin Vardy bertahan guna masuk dalam proyek promosi Leicester kembali ke Liga Inggris musim depan. Jadi, bisa dibilang bertahannya Vardy di King Power Stadium adalah buah dari kesetiaan seorang ikon klub yang patut untuk diacungi jempol.

Sergio Busquets

Pemain kedua adalah Sergio Busquets. Pemain Barca yang kontraknya habis musim panas ini. Awalnya ia ditawari kontrak menggiurkan dari klubnya CR7, Al-Nassr. Menurut Radio Catalunya seperti dikutip Daily Mail, tawaran kontraknya sebesar 17 juta euro per musim. Masih jauh sih dari nilai gaji CR7, tapi yang jelas nilai itu sangat jauh dari gaji di Barcelona.

Namun kemudian, gelandang Barca itu menolak tawaran tersebut dengan alasan lebih memilih bersama rekannya Lionel Messi yang hijrah ke Inter Miami. Padahal tawaran gajinya di Inter Miami lebih kecil dibanding Al-Nassr, yakni sekitar 10 juta dollar.

Faktor teman, kenyamanan, dan proyek klub David Beckham itu, dianggap Busquets lebih meyakinkan. Media di Spanyol seperti Radio Catalunya pun bahkan sempat mengatakan lebih ekstrim lagi, bahwa penolakan Busquets itu didasari karena tak mau satu tim dan bermain bersama CR7.

Romelu Lukaku

Yang berikutnya ada “Si Ular” Romelu Lukaku. Pasca situasinya yang tak jelas setelah dikembalikan ke Chelsea, striker Belgia itu sempat ditawari oleh klub Arab Saudi.

Menurut La Gazzetta Dello Sport, tawaran datang dari klub Al-Hilal dengan gaji menggiurkan sebesar 45 juta pounds per musim. Bahkan pihak Al-Hilal disebut sudah terbang ke London demi negosiasi berjalan dengan lancar.

Namun dasarnya Lukaku, ia ogah menerima uang segepok itu. Ia diumur yang masih 30 tahun, masih percaya talentanya sanggup bersaing di sepakbola Eropa. Ia menilai dirinya belum waktunya untuk tampil di liga luar Eropa.

Lukaku tampaknya terlanjur nyaman di sepakbola Italia. Karena ia kini berharap Inter bisa menebusnya dari Chelsea. Kalaupun mentok Inter tak bisa menebusnya, dengan Milan dan Juventus pun ia siap bernegosiasi.

Alvaro Morata

Pemain berikutnya ada striker Spanyol, Alvaro Morata. Awalnya, tawaran menggiurkan itu datang dari klub Arab Saudi, Al-Taewoon. Gajinya bernilai sekitar 40 juta euro per musim. Ternyata tak hanya Al-Taewoon saja yang menawar Morata. Al-Ahli dan Al-Shabab juga sempat menawarnya dengan nominal yang tinggi.

Tapi mas-mas Spanyol itu menolak semua tawaran tersebut dengan alasan yang sama, yakni ingin bertahan di Wanda Metropolitano. Ia sudah kadung mencintai Atletico dan tak ada saingan pula di sana. Duetnya bersama Depay dan Griezmann, diharapkan masih akan berlanjut di musim depan.

Kalaupun akan hengkang, ia lebih memprioritaskan bernostalgia di Serie A. Entah itu bersama Milan, AS Roma, ataupun kembali lagi ke Juventus. FYI aja, kontrak Morata ini hanya tinggal setahun saja di Atletico Madrid yakni hingga 2024.

Son Heung-Min

Pemain selanjutnya ada Son Heung-Min. Di saat kondisi Spurs yang sedang anjlok dan absen di kompetisi Eropa musim depan, tawaran besar datang menghinggapi Son. Oppa Korea tersebut ditawari kontrak menggiurkan dari klub baru Benzema dan Kante, Al-Ittihad. Penawarannya menurut Mirror dimulai dari angka 60 juta pounds kepada Spurs, dengan gaji sekitar 30 juta pounds per musim.

Mendengar tawaran itu, Spurs dan Son sama-sama kompak menolak. Spurs kekeh mempertahankan bintang Korea tersebut dibawah komando pelatih baru Ange Postecoglou. The Lilywhites juga jaga-jaga dong kalau Harry Kane hengkang.

Son sendiri pun dengan alasan uang tidak penting baginya sekarang. Ia lebih mementingkan bermain di liga yang ia cintai, yakni Liga Inggris. Ia juga ternyata memiliki lebih banyak hal yang ingin dicapai di Liga Inggris. Trofi mungkin?

Luka Modric

Kemudian juga ada gelandang Real Madrid, Luka Modric. Pemenang Ballon d’Or 2018 itu juga tidak luput dari tawaran fantastis dari klub Arab. Menurut juru transfer Gianluca Di Marzio seperti dilansir Diario AS, Modric sempat ditawar Al-Hilal. Tawaran gajinya total 200 juta euro selama tiga musim. Al-Hilal berharap bintang Kroasia itu meninggalkan kontraknya yang masih tersisa satu tahun di Los Blancos.

Namun bagi Modric, kontrak yang tersisa hingga 2024 tersebut akan dimaksimalkan olehnya. Disamping itu, ia tidak terlalu tertarik bergabung ke Liga Arab karena atmosfernya. Dikatakan keluarganya yang masih ingin menetap satu tahun lagi di kota Madrid juga jadi faktor.

Bagi pemain berusia 37 tahun tersebut, menghabiskan satu musimnya di Eropa menurutnya adalah pilihan yang realistis, meski ia kini sudah jarang jadi starter. Karena keberadaannya di El Real sangat penting bagi regenerasi yang sedang berjalan di lini tengah Los Merengues.

Lionel Messi

Yang jadi fenomena karena menolak tawaran Liga Arab yakni Lionel Messi. Sempat digadang-gadang akan disandingkan CR7 sebagai maskot sepakbola Liga Arab Saudi, ia malah memilih hengkang ke MLS bersama Inter Miami.

Padahal tawaran dari klub Arab yang digelontorkan pada La Pulga terhitung tinggi. Bukan Al-Nassr, melainkan Al-Hilal dengan nilai sekitar 4 miliar pounds. Namun La Pulga menolak dengan alasan yang ia paparkan sendiri lewat wawancaranya dengan Diario Sport dan Mundo Deportivo.

Messi mengatakan bahwa kalau soal uang, dirinya mungkin menerima tawaran Al-Hilal tersebut. Namun menurutnya ini bukan soal uang, melainkan cara berbeda dalam menikmati perjalanan karir sepakbolanya. Ia tak ingin terjebak lagi seperti masanya tinggal di Paris, yang menurutnya tak membahagiakan.

Ya, saat klub masa kecilnya, Barcelona kesusahan merekrutnya kembali, tawaran dari Inter Miami menghampirinya. Selain dilatih oleh pelatih lamanya, Tata Martino, ia juga akan semakin nyaman karena akan ditemani dua rekannya Jordi Alba dan Sergio Busquets.

Debut Messi di Inter Miami kini berakhir manis, setelah gol tendangan bebasnya membuat klubnya itu menang 1-2 di menit akhir atas Cruz Azul.

Sumber Referensi : dailymail, footballespana, talksport, en.as, goal, onefootball, republicworld

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *