• March 4, 2024

Kejamnya AC Milan Memecat Paolo Maldini

Prahara membara di tubuh AC Milan. Konflik internal antara pemilik dengan direktur teknik Paolo Maldini makin tak terelekan. Sampai-sampai konflik yang tak berkesudahan itu akhirnya berujung dengan pemecatan.

Seorang legenda klub sekaligus orang yang berjasa beberapa tahun terakhir bagi Rossoneri itu kini telah disia-siakan. Pemilik Milan seperti tak tahu berterima kasih. Mereka pecat itu Maldini. Lalu, apa sih sebenarnya intrik yang terjadi di balik pemecatan sepihak Maldini?

Awal Perjalanan Maldini Di AC Milan

Tak dimungkiri angin perubahan di San Siro sudah terasa sejak seorang yang sudah tahu seluk beluk klub bernama Paolo Maldini ditunjuk untuk mengabdi sebagai direktur pengembangan pada 2018 silam.

Tak hanya menjadi direktur pengembangan, setahun setelahnya berkat kekosongan posisi direktur teknik yang ditinggalkan Leonardo, ia naik jabatan menjadi direktur teknik. Ia dianggap pemilik sebagai orang yang handal beroperasi secara efektif untuk menentukan arah transfer klub dan pembinaan jangka panjang klub.

Ia awalnya tak sendiri mengemban tugas berat itu, tapi didampingi legenda Milan lainnya, yakni Zvonimir Boban sebagai direktur pengembangan dan Frederick “Ricky” Massara sebagai direktur olahraga.

Jasa Maldini Bagi AC Milan

Lalu apa sih jasanya dari Maldini dan gerbongnya itu bagi Rossoneri? Awalnya mereka memboyong seorang pelatih bernama Stefano Pioli untuk menggantikan Marco Giampaolo pada Oktober 2019. Pioli dianggap Maldini orang yang tepat bagi perkembangan Milan ke depan.

Lalu jasa berikutnya adalah di bursa transfer. Dengan pendekatan efektif, serta uang yang tak begitu banyak dari pemilik, Maldini di musim pertamanya berhasil mendapatkan banyak pemain yang akhirnya menjadi tulang punggung tim. Mulai dari Franck Kessie, Theo Hernandez, Rade Krunic, Ismael Bennacer, hingga Rafael Leao.

Arah baru perubahan Milan pun mulai terlihat. Termasuk penyegaran yang dilakukan dengan hadirnya para pemain muda di lini per lini skuad Milan. Bahkan, hal itu tak terjadi di musim pertamanya saja, melainkan di musim-musim berikutnya. Contohnya ketika mendatangkan pemain macam Saelemaekers, Kalulu, Tomori, Tonali, Brahim Diaz, maupun Mike Maignan.

Jasa lain Maldini bersama Milan berikutnya adalah mampu mengantarkan Il Diavolo Rosso kembali ke Liga Champions setelah finish runner up di musim 2020/21. FYI aja, terakhir kali Milan ke Liga Champions itu adalah di musim 2013/14.

Gelar Juara Serie A dan Semifinal Liga Champions

Yang lebih spesialnya lagi, berkat kerja keras yang dibangun Maldini dan kawan-kawan, Milan berhasil meraih Scudetto di musim lalu. Gelar yang sudah lama dinanti publik Milan sejak terakhir mereka raih di musim 2010/11 silam.

Yang terakhir, kerja keras Maldini dan kawan kawan itu berhasil mengantarkan Milan kembali mencapai babak semifinal Liga Champions musim ini. Sebuah prestasi yang juga telah lama tak dirasakan Milan sejak 2003 silam.

Pertemuan Panas Dengan Pemilik

Di bawah pemilik baru Red Bird Capital yang mengambil alih kepemilikan dari Elliot sejak 2022 lalu, Milan menjadi agak berbeda dari segi pendekatan dan arah klub.

Nah, semuanya itu terbukti dalam rapat dewan direksi yang hadiri pihak pemilik dan pihak direktur untuk menentukan arah Milan di musim depan.

Publik Milan sedianya menanti hasil rapat yang digelar di sebuah hotel di Milan itu dengan mengharapkan hasil yang terbaik. Namun nyatanya, di dalam rapat itu justru kondisinya panas. Antara pihak pemilik dan pihak direktur terjadi adu argumen.

Tuntutan Maldini dan Fans

Lalu apa yang mereka pertentangkan? Maldini dikatakan menyulut emosi pemilik dengan mengecam AC Milan musim ini kurang infrastruktur dan perencanaan klub. Maldini juga menyoroti kekalahan di semifinal atas Inter bukti bahwa skuad Milan belum siap untuk berkompetisi di Eropa.

Maka dari itu, Maldini ingin suntikan dana investasi yang lebih jor-joran dari pemilik musim depan. Hal itu pun diamini oleh para ultras AC Milan. Di laga terakhir Serie A musim ini di San Siro melawan Verona, terbentang spanduk besar bertuliskan “ Wahai pemilik klub, kami selangkah ingin lebih maju”.

Akumulasi beberapa tuntutan Maldini dan fans itulah yang menjadikan pemilik gusar. Dan akhirnya, sang pemilik malah memilih jalan untuk menyingkirkan orang yang tak sejalan dengan mereka. Ya, Maldini dan Massara akhirnya dipecat setelah pertemuan panas itu.

Beda Visi Pemilik

Pemilik Red Bird, Gary Cardinale seusai memecat Maldini beralasan bahwa kerja Maldini di musim lalu dalam membeli pemain di cap gagal. Contohnya dengan membayar mahal De Katelere dan mendatangkan pemain macam Origi maupun Dest.

Tampaknya, itu hanya alasan pemanis belaka dari pemilik. Karena selain itu, pemilik ternyata mengakui berbeda visi dengan Maldini. Red Bird berpendirian bahwa pendekatan membeli pemain berbasis data atau Moneyball adalah visinya. Bukanya seperti Maldini yang ingin menuntut untuk berinvestasi secara besar-besaran.

Kepada La Gazzetta Dello Sport, bos Milan, Cardinale mengatakan sudah menghabiskan lima tahun untuk belajar Moneyball. Mereka mengaplikasikannya pertama kalinya di Toulouse. Dan Toulouse berhasil menjuarai Piala Prancis. FYI aja, Red Bird ini terbukti sukses dibantu oleh Zelus Analytics, sebuah perusahan khusus data analitik asal Prancis yang bekerja menangani Toulouse musim ini.

Musuh Dalam Selimut?

Kini, CEO Milan, Giorgio Furlani akan diberikan tugas sementara mengawal transfer maupun negosiasi kontrak dengan para pemain Milan saat ini. Sebelum nantinya, tugas itu kemungkinan akan diberikan sepenuhnya kepada Geoffrey Moncada.

Asal tahu saja, CEO Giorgio Furlani itu adalah orang yang dulu sempat cekcok dengan Maldini pada 2020. Ia dulu dengan Ivan Gazidis pernah diam-diam ingin merekrut Ralf Rangnick sebagai pelatih Milan menggantikan Pioli tanpa sepengetahuan Maldini. Sampai-sampai hal itu menyebabkan direktur pengembangan olahraga, Zvonimir Boban pamit dari Milan.

Kemudian siapa itu Geoffrey Moncada? Ia adalah mantan kepala analisis sekaligus scouting AS Monaco. Ia bergabung ke Milan sebagai scouting sejak 2018. Moncada adalah orang yang selama ini selalu membisiki Maldini mengenai radar pemain muda berbakat yang bisa direkrut dengan harga murah. Namun menurut kabar jurnalis di Milan News, Maldini ternyata selama ini tak selalu mendengarkan apa saran dari Moncada.

Milan Musim Depan

Kini ide-ide revolusioner dari Maldini untuk mengubah Milan menjadi semakin kuat musim depan telah dipatahkan. Termasuk isu yang terbongkar baru-baru ini kala Maldini ingin mengganti Pioli dengan Pirlo.

Dedikasi, pengorbanan, serta kesetiaan dari sang legenda hidup Paolo Maldini kini telah disia-siakan klubnya sendiri. Pemilik tetap berjalan dengan jalannya sendiri musim depan. Pemilik juga cepat atau lambat akan segera mengangkat orang yang punya kesamaan visi denganya untuk menjadi pengganti Maldini. Lalu pertanyaannya, apakah dengan jalan baru itu Milan akan berhasil?

Sumber Referensi : theathletic, squawka, goal, sempremilan, onefootball

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *