• February 21, 2024

Duet Haaland-De Bruyne, Alasan Manchester City Sulit Terkalahkan

“Pertahanan terbaik, adalah menyerang”. Perkataan dari Sir Alex Ferguson itu tampaknya sedang dipegang erat-erat oleh Pep Guardiola di Manchester City musim ini. Dengan membangun serangan yang baik, otomatis timnya telah menciptakan pertahanan yang sulit ditembus di Premier League. Bahkan bisa dibilang yang terbaik di Eropa.

Untuk membangun pola serangan yang baik, Pep mempercayakan ke duo pemainnya, yakni Kevin De Bruyne dan Erling Haaland. Meski baru dipasangkan, keduanya seperti sudah lama kenal. Kevin seperti sudah tahu Haaland akan lari ke mana dan Haaland seperti sudah tahu Kevin akan memberikan umpan macam apa.

Ketika duo Haaland-De Bruyne dimainkan bersama, City memang sulit untuk dikalahkan. Itu fakta yang sukar terbantahkan. Selama musim 2022/23 saja, City baru menelan lima kekalahan di semua kompetisi. Bahkan di Liga Champions, The Sky Blue tak pernah tersentuh kekalahan sekali pun. Lantas, sehebat apa duet baru Manchester City ini?

Kevin De Bruyne

Jauh sebelum kedatangan Erling Haaland di awal musim 2022/23, Kevin De Bruyne sudah lebih dulu mematangkan kemampuannya bersama Manchester City. Sempat dibuang Chelsea dan memulai kembali karirnya bersama Wolfsburg, De Bruyne menjelma jadi salah satu gelandang terbaik di Liga Inggris bersama Manchester City.

Di musim pertamanya De Bruyne belum seperti sekarang. Ia hanya mencetak sembilan assist dari 25 pertandingan Liga Inggris musim 2015/16. Mungkin itu bukan angka yang begitu buruk. Tapi jika berpatokan pada performa sekarang, statistik tersebut merupakan salah satu yang terburuk.

De Bruyne mulai membaik ketika Pep Guardiola mengambil alih kursi kepelatihan di musim 2016/17. Pelatih asal Spanyol itu paham betul bagaimana memaksimalkan Kevin De Bruyne di lini tengah Manchester City. Pemain asal Belgia itu mencatatkan 20 assist di semua kompetisi,  19 diantaranya ia cetak di Premier League.

Setelah ditangani oleh Pep Guardiola, De Bruyne mulai menemukan sentuhan terbaiknya di Liga Inggris. Mantan pelatih Barcelona itu bahkan berkelakar kalau De Bruyne merupakan pemain terbaik kedua yang pernah ia latih setelah Lionel Messi. 

Haaland Menyempurnakan De Bruyne

Ketika De Bruyne sudah mantap membangun koneksi dengan striker-striker Manchester City seperti Sergio Aguero dan Gabriel Jesus, dua partnernya itu justru hengkang di akhir musim 2021/22. Aguero merapat ke Barcelona dan Gabjes bergabung dengan Arsenal.

Manchester City yang enggan melihat De Bruyne kesepian mendatangkan Erling Haaland dari Borussia Dortmund. Keputusan itu dirasa sangat tepat karena kedua pemain dapat beradaptasi dengan cepat. De Bruyne kembali menemukan partner dalam diri Haaland. Haaland memudahkan De Bruyne saat membangun serangan, begitupun sebaliknya. Keduanya bak sepasang kekasih yang saling melengkapi.

Tanda-tanda positif duet keduanya bahkan sudah terlihat sejak pekan pertama saat Manchester City bertandang ke markas West Ham United. Di laga tersebut, Haaland memborong dua gol sekaligus dan salah satu golnya merupakan buah dari umpan cerdas De Bruyne.

Menurut jurnalis LiveScore, Mitchell Fretton, Kevin De Bruyne yakin kemitraannya dengan Haaland akan menjadi lebih baik setelah membantu tim menghancurkan West Ham. “Ini belum 100% tapi saya yakin bahwa Haaland akan terus mencetak gol,” ucap Kevin dengan percaya diri.

Bagaimana Pep Guardiola Menggunakan Mereka?

Erling Haaland dan Kevin De Bruyne tak bisa semesra sekarang kalau bukan campur tangan Pep Guardiola. Kecerdasan dan kejelian sang pelatih mampu mengeluarkan potensi dari kedua pemain. Bahkan sang pelatih pernah berkata kalau dirinya belum mengeluarkan 100% kemampuan dari penyerang asal Norwegia itu musim ini

Dengan adanya Haaland di lini depan, Guardiola tak perlu ambil pusing lagi ke mana bola akan diarahkan ketika Manchester City tengah menguasai jalannya pertandingan. Ketika De Bruyne mengirim umpan-umpan akurat yang memanjakan Haaland, maka mantan penyerang Dortmund itu menawarkan jaminan gol melalui finishing tajamnya.

Kedua pemain ini memiliki kesamaan dalam visi bermain. De Bruyne dan Haaland sama-sama pemain yang sangat memanfaatkan ruang di pertahanan lawan. Bedanya, Haaland dengan tubuhnya sedangkan De Bruyne memanfaatkan ruang terbuka dengan bola yang ia kuasai. Begitu ada ruang kosong, De Bruyne akan mengirim bola ke sana. Haaland yang seperti hiu kelaparan akan menyambar umpan tersebut. 

De Bruyne juga suka bergerak di sektor half space. Area itu adalah tempat favorit untuk mengirim umpan silang, seperti yang juga disukai Trent Alexander-Arnold dan Luke Shaw. Ketika di posisi tersebut, De Bruyne akan memastikan bolanya berada dalam jangkauan Erling Haaland.

Namun, jika begitu terus lama kelamaan akan mudah terbaca oleh lawan dong? Lagi-lagi Pep Guardiola tak sebodoh itu. Sesekali De Bruyne dan Haaland bertukar peran apabila bek lawan mengunci pergerakan Haaland. Itu terlihat di laga kontra Arsenal kemarin. De Bruyne yang mencari ruang untuk mencetak dua gol. Dan sudah pasti kedua gol De Bruyne merupakan hasil umpan Haaland.

Statistik Kedua Pemain

Meski baru dipasangkan musim ini, Kevin De Bruyne dan Erling Haaland sudah membangun koneksi yang luar biasa. Dilansir situs resmi Manchester City, Pep Guardiola merasa Haaland dan De Bruyne memiliki koneksi khusus yang tak dimiliki oleh pemain-pemain lain di Liga Inggris.

“Saya pikir Kevin De Bruyne membutuhkan pemain yang piawai dalam hal berlari dan menemukan ruang untuk menunjukkan kualitas terbaiknya dan Haaland membutuhkan seorang pemain pemberi assist untuk membuat pergerakan positifnya. Itu tercipta secara alami,” kata Pep Guardiola.

Sang pelatih percaya bahwa kedua pemain merupakan pemain yang saling membutuhkan dan ia akan memaksimalkan itu. Lantas seberapa sering mereka terlibat dalam serangan Manchester City? Jawabannya sangat sering.

Bahkan Manchester City perlu delapan menit untuk merangkum semua gol-gol yang telah mereka ciptakan musim ini ke dalam sebuah video. Dilansir situs resmi Manchester City, per 3 Mei 2023, Haaland dan De Bruyne sudah menciptakan 13 kombinasi gol di semua kompetisi. Itu berpotensi akan terus bertambah hingga akhir musim nanti.

Rinciannya, Haaland telah mencetak 11 gol dari umpan De Bruyne dan sang gelandang sudah mencetak dua gol dari umpan Haaland. Dilansir situs Transfermarkt, gelandang berkebangsaan Belgia itu sudah mencatatkan 27 assist di segala ajang musim ini. Itu berarti hampir 50% assist-nya dibuat untuk Haaland.

Duo Terbaik Eropa?

Jika muncul pertanyaan apakah Haaland dan Kevin layak disebut sebagai duet paling mematikan di Eropa musim ini? Jawabannya tentu layak. Pujian ini sepertinya tak berlebihan jika melihat apa yang mereka lakukan di Liga inggris dan Liga Champions. 

Manchester City hanya membutuhkan dua pemain ini untuk menghancurkan tiga sampai empat pemain bertahan Arsenal dan Bayern Munchen. Ketika dua pemain ini menyerang, beberapa pemain City tampak percaya begitu saja. Mereka berdua dipercaya akan jadi kunci Manchester City meraih treble winner musim ini.

Sumber: Manchester City, The Athletic, 90min, The Analyst, MEN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *