• March 5, 2024

Dongeng Unik Birmingham City Juara Piala Liga 2011 Sekaligus Degradasi

Menyusuri kota yang berjuluk “Second City” di Inggris yakni Birmingham, sangat identik dengan bangunan universitas terkemuka Inggris, pabrik Coklat Cadbury, hingga Band terkenal Duran-Duran. Namun jangan salah, dari segi sepakbola kota ini ternyata dikenal memiliki empat klub yang tergolong ternama di Inggris yakni Aston Villa, Birmingham City, Wolverhampton Wanderers, maupun West Bromwich Albion.

Tapi yang paling dikenal rivalitasnya yakni Aston Villa dan Birmingham. Perseteruan mereka banyak dikenal sebagai “The Second City Derby”. Tapi siapa sangka, meski Birmingham selalu kalah saing dengan Aston Villa secara prestasi, di tahun 2011 mereka sempat membuat sejarah.

Promosi Ke Liga Inggris 2008/09

Kejadian itu bermula ketika Birmingham City promosi lagi ke Liga Inggris pada musim 2008/09. Tepatnya semusim setelah mereka terdegradasi dari Liga Inggris pada musim 2007/08. Tim “Yo-Yo” yang satu ini membuktikan bahwa di bawah komando pelatih asal Skotlandia Alan Mcleish, mereka mampu kok bersaing lagi di Liga Inggris.

Bersaing di Liga Inggris musim 2009/10, Birmingham City sebagai tim promosi justru mampu bertahan dan bahkan bisa finish di peringkat sembilan. Padahal materi pemainnya mungkin hanyalah kelas medioker seperti Lee Bowyer maupun James McFadden.

Tim ini sempat berganti kepemilikan di tahun 2010. Dari David Gold yang kini menjadi pemilik West Ham, ke pengusaha Hongkong bernama Vico Hui. Di bawah kepemilikan model Hongkong ini, Birmingham disuntikan dana untuk membeli dan meminjam pemain dari luar Inggris, seperti Nikola Zigic dari Valencia, Martin Jiranek dari Spartak Moscow, Jean Bessenjeur dari Club America, Obafemi Martins dari Rubin Kazan, maupun Alexander Hleb dari Barcelona.

Road To Wembley 2011

Musim 2010/11 adalah musim kedua mereka di Liga Inggris setelah promosi. Mereka sudah semakin solid dengan beberapa penambahan pemain tersebut. Tak menyangka juga jika langkah klub berjuluk “Blues” di Piala Carling musim itu akan lebih jauh.

Diceritakan The Guardian, klub ini mengawali laga di babak kedua melawan klub League One, Rochdale di markas mereka Saint Andrews. Dengan hanya sekitar 6 ribuan penonton saja, dan diguyur hujan, Blues mampu menang 3-2.

Lawan mereka selanjutnya yakni MK Dons di babak ketiga, dan Brentford di babak keempat, juga mampu mereka kandaskan. Melawan MK Dons mereka unggul 3-1, sedangkan lawan Brentford agak alot dan harus menang lewat adu penalti. Blues pun akhirnya lolos ke babak perempat final.

The Second City Derby

Nah yang menarik di babak perempat final ini, Blues ditantang musuh abadinya, Aston Villa. “The Second City Derby” tercipta dan berlangsung dengan keras. Diceritakan The Guardian perempat final yang dihelat di Saint Andrews tersebut awalnya sempat diusulkan untuk ditunda. Polisi wilayah West Midlands mengusulkan agar jadwal yang semula bermain di malam hari, dipindah siang atau sore hari agar lebih mudah mengkondisikan suporter yang hadir.

FYI aja, rivalitas lokal sekota Birmingham ini selalu panas baik di dalam maupun luar lapangan. Bahkan ada asumsi bahwa “apapun caranya”, kemenangan adalah hal mutlak dan paling istimewa di The Second City Derby” ini.

Ketatnya laga di Saint Andrews tersebut akhirnya menjadi milik Birmingham City. Pasukan McLeish sukses menang tipis 2-1 lewat gol dari Sebastian Larsson dan Nikola Zigic.

Pasca peluit akhir dibunyikan, ribuan fans tuan rumah melakukan invasi turun membanjiri lapangan. Akibatnya polisi huru-hara sigap mengamankannya. Tak lupa juga pasca laga, Blues akhirnya terkena denda akibat peristiwa tersebut. Tapi apalah artinya denda, luapan suka cita menaklukan rival abadinya dan menuju semifinal, adalah segalanya bagi mereka.

Wembley, 27 Februari 2011

Melawan West Ham di babak semifinal, tak membuat pasukan McLeish patah arang. Kata yang tepat saat itu bagi Blues adalah, “Tuntaskan!” Ya, tinggal selangkah lagi mereka akan mencapai Wembley.

Karpet merah Birmingham City menuju Wembley akhirnya didapat di leg kedua kala melawan The Hammers yang dihelat di Saint Andrews. Setelah kalah 2-1 di Upton Park, Blues bangkit dan balik menang 3-1. Pasukan McLeish mampu lolos ke final dengan agregat 4-3. Suka cita publik Birmingham pun akhirnya meluap. “Final kami datang”, “Wembley kami datang”, merupakan beberapa yel-yel yang lantang disuarakan para fans Blues ketika itu.

27 februari 2011, eksodus warga Birmingham ke London terjadi. Sekitar ribuan tiket yang dialokasikan kepada fans Blues ludes terjual. Suasana hari itu penuh fans dengan atribut Blues memenuhi sekitar jalanan dan pub-pub yang ada di London. Tanpa menyadari bahwa lawan yang akan mereka hadapi berasal dari kota tersebut, yakni Arsenal. The Gunners menjadi lawan yang kuat bagi Blues.

Sejarah Trofi Kedua

Bermain di Wembley, pasukan McLeish tampil penuh semangat dan tak kenal menyerah. Meski kualitas materi pemainnya di bawah Arsenal, namun kalau soal daya juang mereka terdepan. Sempat memimpin 1-0 lewat pemain rekrutan barunya Nikola Zigic, namun mampu disamakan oleh bintang Arsenal, Robin Van Persie 1-1.

Sebuah keajaiban akhirnya lahir di menit-menit akhir babak kedua. Tepatnya di menit 89 ketika terjadi sebuah kecerobohan dari punggawa Arsenal yang sudah mulai kelelahan. Aktornya lagi-lagi rekrutan baru mereka yakni Obafemi Martins.

Pemain yang kalau diingat di game Playstation dulu, nilai speed-nya kenceng banget. Ya, striker Nigeria yang baru masuk di babak kedua itu, mampu membuat perubahan. Berkat blunder dari Koscielny dan Szczesny, Martins mampu memanfaatkannya menjadi gol kemenangan 2-1.

Kota Birmingham akhirnya menciptakan sejarah di Wembley. Ini adalah trofi Piala Liga Inggris kedua mereka sejak 1955. Mereka bahkan berhak tampil di kompetisi Eropa lagi di musim berikutnya. FYI aja, Blues ini terakhir kali tampil di kompetisi Eropa yakni musim 1961/62. Itupun hanya di Inter Cities Fairs Cup.

Belum Kembali Ke Liga Inggris

Menariknya Birmingham ini tampil di Europa League 2011/12 berstatus sebagai klub Championship. Lho kok bisa? Ya, di tengah suka cita mereka menciptakan sejarah juara Piala Carling, tak disangka di bulan Juni 2011 mereka tak bisa selamat dari lubang degradasi Liga Inggris. Pasukan McLeish terdegradasi bersama Blackpool, dan West Ham setelah hanya finish di posisi 18 klasemen Liga Inggris dengan raihan poin 39.

Yang lebih mengenaskan lagi, sejak terdegradasi 2011 silam mereka bahkan hingga kini belum naik lagi ke pentas Liga Inggris. Mereka bermusim-musim hanya menjadi penghuni tetap Championship.

Bahkan nih, mereka sempat di beberapa musim hampir terdegradasi ke League One. Benar-benar tragis nasib klub yang satu ini. Publik Birmingham pasti hanya bisa berharap dongeng tersebut terulang lagi, entah kapan tahun. Ya, hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Sumber Referensi : theguardian, thetelegraph, theathletic, planetfootball, footballbh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *