• March 4, 2024

Cuma Beban, Pemain Ini Jadi Investasi Bodong Chelsea

Bak seekor keledai, Chelsea sudah berkali-kali jatuh ke lubang yang sama. Mereka nggak bisa bersikap lebih bijaksana saat menggelontorkan dana untuk membeli pemain baru. Contoh terbaru adalah Moises Caicedo. Gelandang yang ditebus dari Brighton seharga 116 juta euro (Rp1,9 triliun) itu belum mengeluarkan potensi terbaiknya. 

Caicedo justru lebih sering melakukan kesalahan elementer. Pemain Ekuador itu bahkan sudah menghasilkan penalti untuk lawan di laga debutnya bersama Chelsea. Caicedo bisa jadi akan menambah daftar investasi bodong yang sudah dilakukan oleh Chelsea. Selain dia, Chelsea sudah sering gagal dalam berinvestasi pemain. Siapa saja pemain yang masuk dalam investasi bodong tersebut?

Mykhailo Mudryk

Yang pertama dan harus wajib masuk daftar kali ini adalah yang mulia Mykhailo Mudryk. Ketika mendengar namanya mungkin yang akan pertama tertawa adalah fans Arsenal. Mengapa demikian? Karena The Gunners pernah berbulan-bulan ngebet datengin nih pemain. Tapi di menit-menit akhir, mereka ketikung sama Chelsea.

Didatangkan dengan biaya 70 juta euro atau setara Rp1,1 triliun lebih, mainnya amburadul banget. Pemain berkebangsaan Ukraina itu memang memiliki kecepatan. Tapi ia tak bisa menggunakan keunggulannya itu karena tak punya visi bermain yang baik. Semakin buruk karena sampai narasi video ini dibuat, ia belum mencetak satu gol pun untuk Chelsea. 

Meski sudah berganti pelatih, Mudryk tetap kesulitan. Padahal performanya sewaktu di Shakhtar Donetsk lumayan bagus. Akselerasinya, dribelnya, pengambilan keputusannya, semuanya sangat meyakinkan. Performa buruk yang konsisten itu pun jadi perhatian publik. Media-media mencap Mudryk sebagai pembelian tergagal dari sekian banyak yang gagal di Chelsea musim lalu.

Wesley Fofana

Meski baru semusim di Chelsea, Wesley Fofana juga jadi investasi bodong. Didatangkan dengan mahar 80 juta euro atau setara dengan Rp1,3 triliun, transfer Fofana memunculkan banyak pertanyaan. Terutama karena sang pemain memiliki riwayat cedera yang mengkhawatirkan ketika masih bermain di Leicester City.

Susah payah didapat Fofana justru belum memberi kontribusi kepada Chelsea. Alih-alih menjadi penerus Antonio Rudiger, pemain berkebangsaan Prancis itu justru lebih sering terbaring di ruang perawatan. Satu tahun berseragam The Blues, Fofana baru mencatatkan 15 pertandingan di Liga Inggris. Kondisi lututnya yang rentan cedera membuat Fofana tak bisa berbuat banyak untuk tim.

Musim 2023/24 seharusnya jadi titik balik bagi Fofana. Tapi ia malah cedera lagi. Pihak Chelsea belum bisa memastikan kapan sang pemain akan kembali bermain. Hingga pekan kelima Liga Inggris musim ini belum ada tanda-tanda perkembangan positif dari Fofana. Enak banget ya jadi Fofana, jarang main tapi gaji lancar terus. Pantas apabila menyebutnya sebagai investasi bodong.

Romelu Lukaku

Yang satu ini nggak ngerti lagi sih. Berbisnis dengan Romelu Lukaku membuat Chelsea seperti kena scam. Soalnya, Lukaku jadi pembelian yang aneh bagi Chelsea. Pas dipinjemin atau dilepas ke klub lain, mainnya bagus. Tapi pas dipulangin kok mainnya balik ke setelan pabrik. Bapuk.

Lukaku sendiri sudah bergabung dengan Chelsea sejak tahun 2011. Ia didatangkan dari Anderlecht sebagai salah satu striker paling potensial yang dimiliki Belgia. Namun, ia kesulitan untuk menembus skuad utama dan lebih sering dipinjamkan. Dari West Bromwich Albion hingga Everton. Semuanya pernah merasakan service Lukaku. Nah, di masa peminjaman, Lukaku seringnya main bagus. Jadi Chelsea cukup berat untuk melepasnya.

Baru pada tahun 2014, Lukaku dilepas Chelsea ke Everton. Lumayan, untung 15 juta euro dari modal awal. Tapi sang pemain berkelakar kalau masih ingin kembali ke Chelsea untuk membuktikan diri. Oke, Chelsea pun rela mengeluarkan 113 juta euro atau hampir Rp2 triliun hanya untuk memulangkannya dari Inter Milan tahun 2021. 

Udah bayar mahal tapi sang pemain hanya jadi penghangat bangku cadangan. Makin ngeselinnya, mulut si Lukaku ini nggak ada saringannya. Ceplas-ceplos seenaknya. Bikin kontroversi sampai Chelsea dan Inter jengkel. Akhirnya Lukaku cuma jadi pemain pinjaman di AS Roma.

Fernando Torres

Selanjutnya ada Fernando Torres. Penyerang yang ditebus dengan harga 58 juta euro atau sekitar Rp952 miliar dari Liverpool itu gagal total di Chelsea. Menjadi andalan di lini depan Liverpool selama bertahun-tahun, ketajaman yang selama ini dipertontonkan di Anfield seketika sirna ketika Torres hijrah ke Stamford Bridge tahun 2011.

Dari 172 pertandingan di semua kompetisi, Torres hanya mencatatkan 45 gol saja. Itu hanya separuh dari apa yang sudah ia lakukan di Liverpool. Dengan jumlah pertandingan yang lebih sedikit, yakni 142 pertandingan, Torres berhasil membukukan 81 gol. Chelsea makin merugi saat melepasnya dengan harga satu juta euro saja ke AC Milan pada tahun 2015

Lucas Piazon

Berikutnya ada Lucas Piazon. Mungkin beberapa dari kalian lupa dengan mantan pemain Chelsea yang satu ini. Itu wajar, karena Piazon memang jarang tampil mengenakan jersey biru milik Chelsea. Piazon pertama kali menginjakan kaki di Stamford bridge pada tahun 2012. Ia ditebus langsung dari Sao Paulo dengan mahar 7,5 juta euro atau setara Rp123 miliar.

Datang dengan embel-embel “The New Ricardo Kaka” ekspektasi menggunung di pundak Piazon. Masih berusia 18 tahun, Piazon langsung mencatatkan assist di laga debut saat Chelsea menghabisi Aston Villa 8-0 di musim 2012/13. Mulai hari itu, namanya digadang-gadang bakal jadi gelandang masa depan Chelsea.

Namun, lagi-lagi anggapan semua orang itu meleset jauh. Piazon selalu dipinjamkan karena tak bisa menjaga tutur katanya di hadapan media. Manajemen merasa kalau sang pemain mengalami star syndrome setelah laga debutnya yang luar biasa. Piazon berakhir sebagai pemain yang dilepas secara gratis ke Braga tahun 2021. Selama delapan tahun membela The Blues, Piazon hanya mencatatkan tiga penampilan di skuad utama.

Michy Batshuayi

Sebelas dua belas dengan Lucas Piazon adalah Michy Batshuayi. Diproyeksikan sebagai penerus Didier Drogba, Batshuayi hanya bernasib sebagai pemain pinjaman. Chelsea tak pernah menaruh kepercayaan lebih padanya. Padahal ketika dipinjamkan performa sang pemain cukup bagus.

Batshuayi dipinjamkan sebanyak lima kali oleh Chelsea. Selama enam tahun tergabung dalam keluarga besar Chelsea, Batshuayi hanya mencatatkan 77 penampilan dengan mencetak 25 gol. Sebetulnya itu bukan performa yang buruk mengingat menit bermainnya juga sedikit.

Tapi entah mengapa Chelsea justru melepasnya ke Fenerbahce dengan harga 3 juta euro. Itu jadi kerugian besar mengingat Batshuayi datang dengan bandrol 39 juta euro atau setara dengan Rp640 miliar. Belum lagi gaji yang sudah dibayarkan selama enam tahun lamanya. Batshuayi tentu layak disebut investasi bodong.

Abdul Rahman Baba

Pemain terakhir ada Abdul Rahman Baba. Barangkali hanya Chelsea mania sejati yang mengenal pemain ini. Baba yang sudah bergabung dengan The Blues sejak 2015 hanya mencatatkan 23 pertandingan bersama skuad utama. Itu jadi caps yang minim mengingat Baba terikat kontrak dengan Chelsea selama hampir sembilan tahun.

Abdul Rahman Baba yang dibeli dari Augsburg dengan mahar 26 juta euro atau setara Rp427 miliar hanya jadi pemain pinjaman saja. Ia jadi pemain kesekian yang harus dikorbankan dalam proyek gila Roman Abramovich yang menimbun banyak pemain muda. Baba tercatat sudah dipinjamkan sebanyak tujuh kali termasuk ke Reading, Schalke, dan Mallorca sebelum akhirnya dilepas secara gratis ke klub Yunani, PAOK FC.

Sumber: Planet Football, 90min, BR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *