• March 4, 2024

Catatan yang Benar-Benar Penting di Pekan Pertama Liga Inggris Musim 2023/24

Musim 2023/24 telah dimulai, klub Liga Inggris sudah melewati matchday pertama. Pekan pertama jadi makin menarik karena Liga Inggris sudah menyajikan Big Match antara Liverpool dan Chelsea.

Pekan pertama bakal selalu jadi sorotan. Sebab pekan pertama bakal jadi tolak ukur bagaimana performa rekrutan baru tim-tim Liga Inggris. Dan berikut Starting Eleven akan menyajikan review tentang apa saja yang terjadi selama pekan pertama Liga Inggris. Terutama, pada tim Big Six Liga Inggris.

Liverpool dan Chelsea Berbagi Poin

Belum apa-apa, operator Liga Inggris sudah menyajikan duel Liverpool dan Chelsea di pekan pertama. Ini jadi ujian bagi Mauricio Pochettino yang baru saja kembali ke Inggris untuk menangani Chelsea. Bermain di Stamford Bridge, The Blues harus puas berbagi angka dengan sang rival.

Banyak yang beranggapan laga ini akan jadi laga yang panas karena selain bersaing di lapangan, mereka juga sedang bersaing untuk mendapatkan tanda tangan Moises Caicedo. Bahkan ada candaan siapa yang menang akan mendapatkannya. Tapi pada akhirnya Caicedo justru memilih Chelsea.

Liverpool tampak akan memenangkan laga setelah mendominasi selama 30 menit pertama. Apalagi setelah Luis Diaz merobek jala gawang Robert Sanchez menit 18. Namun, kegembiraan The Reds dipatahkan oleh punggawa anyar Chelsea, Alex Disasi yang menyamakan kedudukan menit 37.

Meski berakhir imbang 1-1, pasukan Pochettino tampil mendominasi. Setelah gol penyeimbang tercipta, Chelsea berbalik menggempur Liverpool. Bahkan menurut Opta, Chelsea mencatatkan 65% penguasaan bola atas Liverpool. Itu jadi yang tertinggi sejak musim 2003/04. 

Pep Guardiola Permalukan Kompany

Selain itu, di pekan pertama juga mempertemukan guru dan murid. Vincent Kompany yang menukangi Burnley menjamu sang guru, yakni Pep Guardiola dan pasukan Manchester City-nya di Turf Moor Stadium. 

Ini jadi laga yang berat bagi Kompany. Burnley yang baru saja naik kasta langsung dihadapkan dengan sang juara bertahan. Para fans pun tak berharap banyak pada Kompany. Kekalahan 3-0 dari Manchester City di kandang sendiri tampaknya bukan hasil yang mengejutkan lagi bagi mereka.

Meski melawan mantan rekan dan pemainnya sendiri, Pep tak kenal ampun. Ia seperti ingin menunjukan kalau dirinya yang berkuasa di pertandingan ini. Meski gaya melatih Kompany banyak dipengaruhi oleh Pep, dengan hasil yang telak ini tampaknya pria asal Belgia itu perlu banyak belajar lagi. Apalagi kini ia bersaing dengan tim kasta tertinggi. Kualitasnya jauh berbeda dengan tim-tim Championship. 

Spurs Gagal Menang

Hasil kurang memuaskan justru dialami oleh Tottenham Hotspur. Meski sempat unggul lebih dulu, Ange Postecoglou gagal membawa anak asuhnya meraih poin penuh di kandang Brentford setelah laga berakhir imbang 2-2. 

Tentu ini jadi hasil yang tak diharapkan oleh pelatih asal Australia tersebut. Karena ini laga debutnya di Liga Inggris, seharusnya ia bisa berikan kesan positif bagi para fans. Karena menurut statistik, Spurs sebetulnya bisa menguasai jalannya pertandingan. Son Heung-min cs bahkan mencatatkan 70% penguasaan bola meski bermain tandang.

Tapi mereka terlihat kesulitan dalam membongkar pertahanan The Bees. Bahkan dari dua gol yang dicetak Spurs, semuanya datang dari pemain belakang. Situasi ini seakan menandakan kalau mereka begitu kehilangan sosok leader di lini depan yang biasanya diemban oleh Harry Kane. 

Sementara itu, kemistri di antara Richarlison dan Son belum terbangun. Sepertinya Spurs harus membiasakan diri bermain tanpa Kane. Masih banyak yang harus dievaluasi dari sistem permainan Ange. Jika lini depan terus tumpul, bukan tidak mungkin Spurs bakal kembali absen di kompetisi Eropa musim depan.

Bapuknya Warisan dari Chelsea

Sedangkan Manchester United dan Arsenal memulai musim dengan kemenangan tipis. Menghadapi tim yang levelnya di bawah mereka, hasil ini tak begitu mengejutkan. Yang menarik perhatian justru penampilan dari para rekrutan baru kedua klub ini yang sama-sama dari Chelsea. Mereka adalah Mason Mount dan Kai Havertz.

Berbeda dengan Andre Onana, Mount justru sejak pramusim belum bisa memberikan kontribusi yang berarti bagi Manchester United. Bermain sebagai gelandang, Mount kerap kebingungan dan salah menempatkan posisi. Apalagi setelah gagal mengeksekusi peluang 99% gol di laga uji coba melawan Athletic Bilbao beberapa hari lalu, Mount langsung dicap pemain lawak.

Begitupun di laga pembuka Liga Inggris musim 2023/24. Entah karena terbebani nomor punggung tujuh atau karena terlalu lama main di Chelsea, Mount lagi-lagi kesulitan untuk menunjukan permainan terbaiknya di MU. Bermain selama 68 menit, ia sering kehilangan penguasaan bola. Mount juga hanya memenangkan dua dari lima duel darat yang dihadapi tanpa berkontribusi umpan kunci atau assist.

Setali tiga uang dengan Mount, Kai Havertz juga masih belum bisa melebur dalam skema permainan yang diusung Mikel Arteta. Pemain asal Jerman ini dirasa masih mending karena diberi kesempatan bermain 90 menit penuh dan mencatatkan dua umpan kunci yang membelah pertahanan Forest. Tapi Havertz masih kerap kehilangan bola. Tercatat sudah sepuluh kali bola terlepas dari penguasaannya. 

Sayangnya, kemenangan atas Forest harus dibayar mahal karena salah satu pemain baru, yakni Jurrien Timber mengalami cedera. Menurut beberapa sumber, Timber berpotensi mengalami cedera ACL. Tapi itu belum pasti. Masih ada beberapa pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan berapa lama ia akan absen.

Newcastle dan Brighton Menggila

Di luar tim Big Six, performa Newcastle United dan Brighton cukup menarik perhatian. Terutama The Magpies yang menghancurkan Aston Villa dengan skor 5-1. Padahal dengan geliat transfer yang ciamik, banyak yang memprediksi bahwa skuad asuhan Unai Emery bakal jadi tim yang mendobrak dominasi Big Six musim ini.

Namun, Villa justru tak berkutik di tangan Newcastle. Bahkan pemain baru mereka, yakni Sandro Tonali yang mencetak satu gol dan Harvey Barnes yang juga tampil apik dengan mencetak satu gol dan satu assist meski bermain dari bangku cadangan. Keduanya dengan cepat mencerna apa yang diinginkan oleh Eddie Howe.

Selain kedua pemain tersebut, dengan dua golnya, Alexander Isak jadi pemain paling bersinar di laga ini. Performanya di lapangan bahkan membuat Howe menyebutnya sebagai pemain spesial yang bisa menciptakan momen-momen spesial di lapangan. 

Sementara itu, Brighton melibas Luton Town dengan skor 4-1. The Seagulls benar-benar memberi pelajaran buat si anak baru. Luton jadi salah satu tim promosi musim ini dan diperkirakan bakal jadi bulan-bulanan bagi klub Liga Inggris lainnya.

Bernd Leno Tunjukan Kelasnya

Dari sekian banyak penjaga gawang yang tampil apik di pekan pertama, Bernd Leno jadi salah satu yang paling menarik perhatian. Leno tampil luar biasa saat Fulham meraih kemenangan 1-0 atas Everton. Menurut Sofascore, kiper asal Jerman itu bahkan mencatatkan sembilan penyelamatan dari dalam kotak penalti

Ia menggunakan seluruh tubuhnya untuk menghentikan laju bola masuk ke gawangnya. Selain mencatatkan clean sheet, Leno juga mencegah 3,33 peluang gol dari Fulham di laga tersebut. Itu jadi statistik terbaik dalam satu laga bagi seorang penjaga gawang selama dua musim terakhir.

Sumber: The Football Faithfull, Premier League, The Guardian, Skysport

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *