• March 5, 2024

Bisakah Phil Foden Gantikan De Bruyne Sebagai Penyuplai Bola?

Manchester City memang menyapu bersih tiga laga awal Premier League musim 2023/24 dengan kemenangan. Pasukan Josep Guardiola sudah duduk di posisi teratas jelang pekan keempat dimulai. Namun, dalam dua laga menghadapi Newcastle United dan Sheffield United, Manchester City terlihat kesulitan.

Bukan hanya karena ketidakberadaan Guardiola di tepi lapangan, tapi gol-gol The Citizens terbilang seret. Mesin golnya, yakni Erling Haaland seolah lupa caranya mencetak gol. Kevin de Bruyne yang absen disinyalir menjadi penyebabnya. Absennya pemain Belgia itu membuat suplai bola ke Haaland atau striker City lainnya tersendat.

Cederanya De Bruyne

Pemain Belgia itu memasuki musim baru dengan cara yang kurang enak. Kevin De Bruyne harus menepi setelah pada laga pertama kontra Burnley mengalami cedera yang kabarnya cukup serius. Menurut laporan The Guardian, seperti yang disampaikan Josep Guardiola, De Bruyne mengalami cedera hamstring dan harus ditarik keluar pada menit ke-23 di laga kontra Burnley.

Usai Piala Super UEFA pada 17 Agustus lalu, dilansir NBC Sports, Guardiola mengatakan bahwa De Bruyne perlu menjalani operasi akibat cederanya itu. Alhasil pemain Timnas Belgia itu harus beristirahat cukup lama. “Saya tidak tahu. Mungkin ini akan memakan waktu tiga atau empat bulan,” kata Guardiola.

Cederanya De Bruyne menjadi pukulan telak bagi The Citizens. Hal itu bahkan diakui sendiri oleh sang entrenador. Guardiola masih punya alternatif lain untuk menggantikan peran Kevin De Bruyne. Namun, perihal keterampilan dan bakat, De Bruyne memang sulit tergantikan.

Pengaruh De Bruyne

Ini bukan kali pertama City kehilangan De Bruyne. Tapi kehilangannya di awal musim? Ayolah, ini semacam petaka buat The Citizens. Konsep yang sudah disusun Guardiola di musim ini bisa jadi berantakan karena pemain vitalnya itu absen cukup lama. Memang, De Bruyne bisa saja pulih lebih cepat, tapi itu tetap saja membutuhkan waktu.

Selama ini permainan The Citizens sangat tergantung pada Kevin De Bruyne, terutama para penyerangnya. Haaland bisa tampil menakjubkan di musim pertamanya itu pun berkat De Bruyne. Dengan absennya pemain Belgia itu tidak ada pemain yang mendapatkan dampak besar selain Erling Haaland.

Walau bagaimana perpaduan Haaland-De Bruyne musim lalu mematikan. Kolaborasi keduanya bisa menciptakan 25 peluang musim lalu. Perpaduan antara De Bruyne yang berkaki kanan dan Haaland yang berkaki kiri sering pula menghasilkan gol di tiang belakang. Eks pemain Arsenal, Thierry Henry pernah menguraikan bagaimana perpaduan Haaland dan De Bruyne ini musim lalu.

“Kita semua tahu, De Bruyne selalu bisa menemukan posisi Haaland dengan cara apa pun. Kami tahu dia suka melakukan gerakan tiba-tiba,” kata Henry dikutip The Athletic.

Pemain yang musim lalu mengemas 18 asis di Liga Inggris itu juga ruh permainan Manchester City. De Bruyne adalah dirigen dari orkestra permainan City. Ketika dia menguasai bola, para pemain lainnya pasti akan diinstruksikan oleh Guardiola untuk mencari ruang di mana De Bruyne bisa melepaskan umpan. Dan lawan akan kesulitan menebak ke mana umpan De Bruyne itu akan berlabuh.

Tak ayal kalau selain dengan Haaland, De Bruyne juga bisa menciptakan peluang lewat kolaborasi dengan pemain lain, seperti Jack Grealish (11 peluang), Rodrigo (10 peluang), sampai Phil Foden (7 peluang). Makanya ketika De Bruyne absen, penampilan Manchester City kurang menggigit bahkan kala menghadapi tim selevel Sheffield United.

Spekulasi Pengganti De Bruyne

Akhirnya daripada ruh permainan City lenyap sebelum berkembang, mereka mencoba mencari pengganti yang cocok untuk peran De Bruyne. Pemain pertama yang menarik minat Manchester City usai De Bruyne cedera adalah Lucas Paqueta. Pemain Brasil itu memang tak memiliki kualitas serangan dan asis sebaik De Bruyne, tapi telah tumbuh sebagai gelandang luar biasa.

Lucas Paqueta awalnya sepakat untuk bergabung. Bahkan tawaran sekitar 80 juta poundsterling (Rp1,5 triliun) sudah disepakati West Ham. Namun, kasus perjudian yang menimpa sang pemain mengurungkan niat Manchester City untuk merekrutnya. City pun memilih mencari opsi lain.

Matheus Nunes dari Wolverhampton Wanderers adalah incaran City lainnya. The Citizens menawar 47 juta poundsterling (Rp903 miliar) untuk memboyong Nunes. Tetapi Wolves tak sudi melepas pemain Portugal itu andai City membayar kurang dari 60 juta poundsterling (Rp1,1 triliun). Sampai naskah video ini dibuat, transfer Nunes ini masih tarik ulur. Sang pemain bahkan sudah mogok latihan karena timnya tak mengizinkannya pergi ke Etihad.

Sebetulnya selain mendatangkan pemain anyar, Guardiola sudah menyiapkan opsi yang paling masuk akal untuk menggantikan De Bruyne. Orang itu adalah Phil Foden. Produk asli akademi itu dipandang tepat untuk menggantikan Kevin De Bruyne. Benarkah demikian?

Menimbang Phil Foden

Para pundit banyak yang sudah menganalisis apakah Phil Foden tepat untuk menggantikan ruang yang ditinggalkan De Bruyne. Tak sedikit dari mereka yang menyebut kalau Foden tidak sepenuhnya tepat sebagai pengganti De Bruyne. 

Mantan pemain Liverpool yang sekarang pakar, Stephen Warnock seperti dikutip Manchester City News mengatakan bahwa Foden bukanlah pengganti yang mudah. Menurutnya, Foden bisa saja menggantikan tanggung jawab De Bruyne, tapi ia adalah tipe pemain yang sama sekali berbeda.

Menurut Warnock, Foden adalah tipe pemain yang menerima bola dengan kaki belakangnya. Foden juga seorang pembawa bola, tidak seperti De Bruyne yang bisa mengirimkan bola dari jarak 50-60 yard. “Dia (Foden) lebih merupakan pemain yang suka menarik pemain keluar dari posisinya. Sedangkan De Bruyne pemain yang pintar menemukan ruang lewat kualitas umpannya,” kata Warnock.

Kolaborasi Foden dengan Haaland

Mark Carey dari The Athletic juga sudah menganalisis bagaimana Foden akan mengambil peran De Bruyne, terutama kolaborasinya dengan Erling Haaland. Musim lalu kolaborasi Foden-Haaland telah menciptakan 13 peluang di Premier League. Angka itu bahkan hanya separuh lebih sedikit dari jumlah peluang yang diciptakan De Bruyne-Haaland.

Selain itu perpaduan Foden yang berkaki kiri dan Haaland yang identik juga menggunakan kaki kiri dinilai akan menyulitkan keduanya. Dalam hal ini Haaland lah yang harus memahami ke mana Foden akan memberikan umpan. Haaland juga mesti mengontrol bolanya terlebih dahulu, sebab terkadang umpan-umpan Foden tidak mudah.

Inilah yang bisa memperlambat serangan Manchester City seperti apa yang ditunjukkan ketika menghadapi Newcastle United. Guardiola bukannya tidak sadar akan hal itu. Maka ia sudah mengantisipasinya dengan memberikan garnish yang berbeda di atas permainan Manchester City dengan memanfaatkan kemampuan Foden dalam membawa bola.

https://www.youtube.com/watch?v=ge6IbUHrW-w

Langsung Berefek

Perubahan itu seketika berefek di laga kontra Newcastle. Foden berhasil memberi asis pada Julian Alvarez dan membuahkan satu-satunya gol kemenangan di laga itu. Menurut Squawka, di laga kontra The Magpies, Foden menciptakan sembilan peluang dan sejauh ini lebih banyak dari pemain mana pun di tujuh liga top Eropa.

“Seluruh pertandingan menyala ketika Foden mendapatkan bola. Anda merasakan energi yang berbeda,” kesan Ally McCoist, eks pemain Rangers melihat permainan Foden malam itu.

https://www.youtube.com/watch?v=Q_GLJlDiWOE

Penampilan Foden malam itu juga dipuji rekannya sendiri, Rodrigo. Bagi Rodri, Foden adalah pemain di lini tengah terbaik timnya yang bermain malam itu. “Ketika dia bermain di sana saya sangat menyukainya,” kata Rodri.

Foden yang dinobatkan sebagai Man of The Match di laga kontra Newcastle juga menjadi pemain ketiga Manchester City di bawah asuhan Guardiola yang bisa melahirkan tujuh atau lebih peluang dalam satu pertandingan di Liga Inggris. Ia berada di bawah David Silva dan Kevin De Bruyne.

Premier League masih panjang. Tersisa banyak kesempatan bagi Foden untuk membuktikan dirinya layak menggantikan peran De Bruyne. Meskipun tentu saja dengan sedikit mengubah pola permainan. Lakukanlah, Foden!

Sumber: TheAthletic, Squawka, ManchesterCityNews, Goal, TheGuardian, NBCSports, MEN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *