• February 21, 2024

Beli Pemain Aja Susah! Kisruh di Tubuh West Ham

David Moyes masuk ke ruang ganti West Ham dengan gagah berani. Setelah mengantarkan The Hammers juara di Liga Konferensi Eropa, Moyes yakin dirinya akan didukung penuh oleh tim. Pelatih berpaspor Skotlandia itu meyakini bahwa ia akan dipercaya untuk memegang kendali perekrutan pemain.

Jadi, Moyes bisa lebih leluasa untuk mereparasi ulang skuadnya. Karena walau menjadi juara di Liga Konferensi Eropa, tidak menutup fakta bahwa West Ham musim lalu berkutat di papan bawah. Bahkan bertarung untuk selamat dari zona degradasi.

Sayangnya, harapan Moyes menjadi semu belaka. Sampai naskah untuk video ini dibuat, pergerakan transfer West Ham tak kunjung kelihatan. Pemain-pemain yang diinginkan Moyes gagal diangkut ke London Stadium. Tak sedikit yang bahkan kena tikung tim lain. Sebenarnya apa yang terjadi pada West Ham. Mungkinkah klub ini sudah tidak punya duit untuk beroperasi bursa transfer?

Musim Lalu Belanja Banyak

Pergerakan transfer West Ham United musim ini seolah antitesis dari musim lalu. Kita tahu tim yang konon kesayangannya mendiang Ratu Elizabeth ini telah menghabiskan 160 juta poundsterling musim atau sekitar Rp3 triliun musim lalu. 

West Ham belanja banyak sekali pemain, seperti Lucas Paqueta, Alphonse Areola, Nayef Aguerd, Kehrer, Emerson Palmieri, Maxwell Cornet, sampai Gianluca Scamacca. Namun, pemain-pemain yang didatangkan sejatinya tidak banyak memberi pengaruh. Misalnya Scamacca yang bahkan rumornya akan dilepas musim ini.

Melepas Pemain dan Dapat Duit

Selain itu, West Ham sebenarnya telah menjual setidaknya dua pemainnya. Salah satunya Declan Rice. Sang kapten cum gelandang vital di lini tengah The Hammers itu merapat ke tim calon juara Liga Inggris.

Dari hasil penjualan Rice, West Ham memperoleh 105 juta poundsterling atau sekitar Rp2 triliun. Itu baru Rice. Menurut Transfermarkt, West Ham juga sudah menjual bek kiri Arthur Masuaku ke Besiktas seharga 1,7 juta poundsterling (Rp33 miliar).

Uang hasil penjualan pemain, terutama Declan Rice diyakini akan diinvestasikan untuk pemain lain. Sebab angka 105 juta poundsterling itu merupakan modal yang cukup tinggi bagi West Ham. “Saya ingin lebih banyak pemain Inggris. Tapi saya tidak menutup kemungkinan alternatif pemain lain,” kata Moyes merencanakan transfernya.

Kedatangan Dirtek Baru

Untuk mempersiapkan musim mendatang, Moyes akan bekerja sama dengan legenda klub, Mark Noble yang diangkat sebagai direktur olahraga. Kolaborasi ini akan mendatangkan keserasian. Apalagi Noble juga mantan anak didik Moyes. Namun, klub punya pemikiran lain.

West Ham tidak hanya menunjuk Noble sebagai direktur olahraga, melainkan juga menghadirkan orang baru yang menduduki jabatan direktur teknik. Ia adalah Tim Steidten yang sebelumnya bekerja di Bayer Leverkusen. Orang Jerman itu punya pengalaman di dunia perekrutan pemain.

Steidten ternyata adalah orang yang mengidentifikasi bakat Serge Gnabry dan Kevin de Bruyne ketika bekerja di Werder Bremen. Steidten juga menemukan pemain-pemain muda berbakat yang menjadi pondasi kekuatan Leverkusen, seperti Jeremie Frimpong dan Moussa Diaby.

Pemegang mayoritas saham West Ham, David Sullivan seperti dilansir The Athletic mengatakan, penunjukan Steidten adalah kunci rencana West Ham untuk mendorong strategi sepak bola ke depan. Sullivan juga tidak ingin kejadian musim lalu, di mana West Ham belanja banyak tapi hasil kurang maksimal, terulang kembali.

Sullivan tidak puas dengan kerja Moyes di bursa transfer. Untuk itu ia menunjuk direktur teknik yang tugasnya mengawasi strategi perekrutan dan pencarian pemain. Kebetulan yang ditunjuk adalah Steidten. 

Ketegangan Moyes dan Steidten

Moyes yang terbiasa bekerja dengan Rob Newman, kepala perekrutan yang datang ke klub tahun 2021 dan Mark Noble kini juga harus seiya-sekata dengan Tim Steidten, orang yang baru-baru saja ditunjuk. Sebagai manajer yang mengetahui kebutuhan klub dan taktiknya, Moyes telah menyiapkan daftar pemain yang mesti didatangkan.

Akan tetapi, mengutip laporan The Athletic, tidak semua daftar disepakati oleh Steidten. Tentu saja hal ini membuat Moyes risih. Bagaimanapun ia lebih suka memegang kendali perekrutan.

Ia menginginkan soliditas di tubuh West Ham. Terutama penting untuk mencari pengganti yang sepadan dengan Declan Rice. Bagi Moyes, orang itu haruslah yang paham kultur sepak bola Inggris. Moyes pun mengajukan tiga nama: Conor Gallagher, Scott McTominay, dan James Ward-Prowse.

Namun, dari tiga nama itu tidak ada satu pun yang diseriusi oleh Steidten. Bahkan West Ham yang awalnya sangat menginginkan Ward-Prowse memilih mundur dari perebutan.

Menurut laporan The Guardian, ketegangan antara Moyes dan Steidten sudah terbit sejak orang Jerman itu mulai bekerja di London Stadium. Ketegangan inilah yang membuat West Ham per 3 Agustus 2023 belum mendatangkan satu pun pemain.

Incaran-Incaran Lepas

West Ham juga harus menelan pil pahit kalah dari Newcastle United soal transfer Harvey Barnes. The Hammers padahal sudah lebih dulu mengajukan tawaran ke Leicester pada April lalu. Namun, kehadiran Tim Steidten memaksa kesepakatan itu ditinjau ulang, yang itu artinya peluang untuk membeli pemain sayap kiri guna meningkatkan opsi Moyes hilang.

Steidten seolah-seolah tidak pernah sepakat dengan rencana transfer Moyes. Selain Barnes dan beberapa nama pemain tengah, keinginan Moyes untuk membeli Harry Maguire juga “dihalang-halangi” oleh Steidten. Pria Jerman itu tampaknya menganggap daftar pemain yang diajukan Moyes kuno.

Moyes hanya mau merekrut pemain bangkotan yang masa-masa emasnya sebentar lagi habis. Misalnya Harry Maguire dan Ward-Prowse. Memang, belakangan West Ham jarang menemukan permata tersembunyi sebagaimana Brighton menemukan Moises Caicedo.

Steidten datang dari Jerman dengan membawa alternatif baru. Dengan pengalamannya mendeteksi pemain muda berbakat bisa jadi yang diinginkannya untuk West Ham adalah demikian. Sementara Moyes tidak. Mantan manajer Manchester United itu cenderung pilah-pilih pemain. Dan ia hanya akan memilih pemain yang dianggap bisa menjalankan taktiknya.

Steidten Dianggap Tidak Kompeten dan Ancaman Pemecatan

Moyes juga mempertanyakan manfaat West Ham merekrut direktur teknik. Ia juga sulit menerima usulan dari sang direktur teknik. Steidten dikabarkan ingin merekrut pemain Monaco, Youssouf Fofana. Tapi David Moyes tidak yakin dengan pemain itu. Masalah lainnya beberapa pemain tampaknya tidak nyaman dengan situasi ini.

Striker Michail Antonio dan bek kiri Aaron Cresswell kabarnya akan pergi. Manuel Lanzini yang sudah delapan tahun berada di klub dilepas gratis ke River Plate. Kini Moyes benar-benar berada dalam tekanan. Ia yang sudah kehilangan Mark Warburton dan Paul Nevin di staf ruang belakangnya justru akan membuatnya terancam dipecat.

Jika West Ham memulai kompetisi dengan buruk, bukan hanya Moyes yang posisinya terancam, tapi juga Newman. Padahal Noble membutuhkan orang-orang lama yang mendukungnya di balik layar. Mengingat ia prematur sebagai seorang direktur olahraga. Musim depan West Ham juga berkompetisi di Liga Eropa, andaikan kisruh internal ini belum kunjung selesai, situasinya bisa menjadi kacau.

Sumber: ClaretandHugh, TheAthletic, GiveMeSport, TheGuardian, 90Min, talkSPORT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *