• March 4, 2024

6 Tim yang Tidak Bisa Dikalahkan Real Madrid

Setelah sebelumnya Starting Eleven membahas tim-tim yang tidak pernah dikalahkan Real Madrid di laga tandang Liga Champions, kali ini yang akan kita bahas adalah tim-tim yang sepanjang hayat tidak pernah bisa dikalahkan Real Madrid di semua kompetisi. Lho, memangnya ada?

Sulit untuk meyakini bahwa klub dengan segudang trofi tidak pernah menang melawan sebuah tim. Apalagi sudah menjadi rahasia umum betapa kuatnya Los Galacticos. Dengan kekuatan finansial yang tak memerlukan tuas ekonomi dan kemampuan mendatangkan pemain top, rasanya memang sulit mengakuinya.

Tetapi jangan salah, sekuat apa pun El Real, ketika menghadapi tim berikut ini tidak bisa memetik kemenangan. Tim mana sajakah yang tidak bisa dikalahkan Real Madrid?

Arsenal

Para penggemar Arsenal boleh kecewa karena timnya sulit meraih juara di level Eropa. Tetapi kekecewaan itu mestilah dihapus segera. Walaupun Arsenal kesulitan di kompetisi Eropa, tapi setidaknya tim ini tidak pernah dikalahkan oleh Real Madrid yang sering disebut “King Eropa”. Hebat bukan?

Kedua tim pernah berjumpa tiga kali. Dua kali di ajang Liga Champions Eropa dan satu di pertandingan persahabatan. Real Madrid tak pernah memenangkan satu pun pertandingan itu. Los Merengues hanya bisa menahan imbang Gudang Senjata dua kali, yaitu di leg kedua babak 16 besar Liga Champions musim 2005/06 dan di pertandingan persahabatan tahun 2019.

Di leg pertama 16 besar Liga Champions musim 2005/06 yang bahkan berlangsung di Bernabeu, Arsenal bisa menumbangkan Real Madrid. Saat itu Arsenal asuhan Arsene Wenger lolos ke 16 besar usai menjadi juara Grup B. Sementara Real Madrid lolos sebagai runner-up Grup F. The Gunners berhasil mengalahkan Los Galacticos asuhan Lopez Caro 1-0 berkat gol dari Thierry Henry.

Boca Juniors

Real Madrid juga tidak pernah menang atas tim Argentina, Boca Juniors. Lho, jelas nggak pernah menang, wong bertemu saja mungkin tidak pernah? Jangan salah, Real Madrid pernah kok bertemu bekas klubnya Carlos Tevez itu. Tak sepele, kedua tim bertemu di kompetisi seperti final Intercontinental Cup tahun 2000.

Boca Juniors yang wakil Amerika Selatan cum peraih Copa Libertadores tahun 2000 menantang Real Madrid sebagai juara Liga Champions musim 1999/00. Kedua tim membawa gaya permainan masing-masing benua. Eropa yang selalu bangga dengan gaya sepak bola terorganisir dan struktural.

Di sisi lain, Amerika Selatan memainkan sepak bola elegan dan flamboyan. Kubu Real Madrid pada saat itu sukses mendatangkan Luis Figo. Mereka melawan Boca Juniors dengan skuad terbaik. Lewat arahan Vicente del Bosque, Real Madrid diperkuat Fernando Morientes, Raul, dan Steve McManaman di lini serang.

Makelele dan Helguera menjadi kekuatan di lini tengah. Sementara di lini belakang Roberto Carlos dan Fernando Hierro adalah kekuatan yang sulit terbantahkan. Ditambah Iker Casillas yang masih berusia 19 tahun di bawah mistar. Di lain kubu, Boca Juniors adalah tim tangguh.

Di bawah komando Carlos Bianchi dengan permainan pragmatisnya mengandalkan kombinasi Juan Roman Riquelme dan Martin Palermo. Tak dinyana, Martin Palermo bisa mencetak dua gol hanya dalam waktu enam menit. Meski enam menit berselang Roberto Carlos memperkecil ketertinggalan. Skor 2-1 berakhir hingga bubar. Fyi aja, laga ini menjadi satu-satunya pertemuan Real Madrid dan Boca Juniors.

Necaxa

Ada yang tahu klub Necaxa? Klub yang lengkapnya bernama Impulsora del Deportivo Necaxa S.A ini berasal dari Liga Utama Meksiko. Dan klub ini memang baru sekali berjumpa dengan Real Madrid. Namun, satu laga itu benar-benar dimanfaatkan oleh Necaxa. Keduanya bertemu di perebutan tempat ketiga Piala Dunia Antarklub tahun 2000 di Brasil.

Piala Dunia Antarklub saat itu hanya diikuti oleh delapan tim. Terbagi dalam dua grup, masing-masing diisi empat tim. Real Madrid tergabung di Grup A bersama Al-Nassr, Corinthians, dan Raja Casablanca. Los Galacticos yang ditahan imbang Corinthians harus puas sebagai runner-up dan hanya berhak untuk memperebutkan posisi ketiga dengan runner-up Grup B.

Nah di Grup B, Necaxa tergabung dengan Manchester United, Vasco da Gama, dan South Melbourne. Necaxa yang menahan imbang MU keluar sebagai runner-up. Poin mereka sebetulnya sama dengan MU, tapi unggul selisih gol. Necaxa pun bertemu Real Madrid di perebutan tempat ketiga. Kala itu laga berakhir imbang di waktu normal.

Laga pun harus berlanjut ke babak adu penalti. Sayangnya, McManaman dan Dorado dari Real Madrid gagal mengeksekusi penalti, sedangkan di kubu Necaxa hanya Salvador Cabrera yang gagal. Skor 4-3 untuk keunggulan Necaxa.

Corinthians

Klub-klub dari Benua Merah sepertinya acap kali menyulitkan Real Madrid. Selain Necaxa dari Meksiko dan Boca Juniors dari Argentina, Corinthians dari Brasil juga tidak pernah dikalahkan oleh Real Madrid. Kedua tim baru bertemu sekali dan itu di ajang yang sama ketika Necaxa mengalahkan Real Madrid tadi.

Di laga fase Grup A Piala Dunia Antarklub tahun 2000, Los Blancos ditahan imbang Corinthians 2-2. Bermain di Brasil, Corinthians jelas diunggulkan. Fans mereka yang militan mengintimidasi pemain Real Madrid di atas lapangan. Pemain seperti Roberto Carlos bahkan mendapat sorakan penonton.

Namun, Real Madrid masih bisa mengatasi tekanan itu. Nicolas Anelka mencetak dua gol, tapi di kubu Corinthians, Edilson Ferreira juga mengemas dua gol. Real Madrid bisa memenangkan laga itu saat Salvio dijatuhkan di kotak terlarang. Akan tetapi penampilan impresif kiper Corinthians, Dida bikin Anelka yang jadi algojo gagal menunaikan tugasnya.

Aberdeen

Setelah dari Amerika, kita balik lagi ke Britania Raya. Tim dari Skotlandia, Aberdeen juga tidak pernah sekali pun dikalahkan oleh Real Madrid. Sampai dimulainya musim 2023/24, Aberdeen dan Real Madrid baru berjumpa sekali saja, yaitu di final Piala Winners 1983. Aberdeen sukses menarik perhatian setelah memenangi laga di Gothenburg, Swedia dengan skor tipis 2-1.

Tim yang dipenuhi bakat-bakat hebat dipimpin oleh Alex Ferguson mengejutkan dengan mengalahkan Real Madrid asuhan Alfredo di Stefano. Gol John Hewitt di menit-menit akhir babak tambahan memenangkan laga itu. Kemenangan itu adalah satu-satunya pertandingan kedua tim. Entah kapan Real Madrid akan bertemu lagi dengan Aberdeen di kondisi saat ini.

Ipswich Town

Dan…. yang terakhir adalah Ipswich Town. Tim yang kini masih berjuang di luar Premier League ini ternyata menjadi tim Inggris kedua setelah Arsenal yang tidak bisa dikalahkan oleh Real Madrid. Kedua tim pernah bertemu dua kali Liga Eropa atau Piala UEFA musim 1973/74 di ronde pertama.

Kala itu, Ipswich yang dilatih Bobby Robson mesti menjamu terlebih dahulu Real Madrid asuhan Miguel Munoz. Di kandang Ipswich, Real Madrid justru keok 1-0. Satu-satunya gol yang dicetak Ipswich justru berasal dari pemain Real Madrid sendiri, Benito Rubinan.

Kalah di leg pertama, Real Madrid tidak bisa memaksimalkan leg kedua. Bermain di rumah sendiri, Real Madrid gagal memetik kemenangan. Bobby Robson berhasil membuat timnya menahan imbang Real Madrid tanpa gol. Pertandingan di Santiago Bernabeu tersebut jadi laga terakhir antara kedua tim.

Well, itulah tadi tim-tim yang tidak bisa dikalahkan oleh Real Madrid. Kira-kira kalau Los Galacticos ketemu lagi tim-tim tadi bakalan gentar nggak ya?

Sumber: SI, AberdeenLive, TheseFootballTimes, BBC, FIFA, WorldFootball

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *