• February 21, 2024

5 Tim Treble Winner Eropa Sejak Tahun 2000, Siapa yang Terbaik?

Di malam panjang pertandingan terakhir sebelum pergantian Milenium, Manchester United menjuarai Champions League. Si telinga besar berhasil mereka amankan setelah menang lawan Bayern Munchen dalam laga paling ikonik yang pernah ada dalam sejarah sepak bola.

Yang membuat ini istimewa bukan hanya anak asuh Sir Alex yang bisa comeback beberapa menit sebelum pertandingan berakhir. Tapi fakta kalau itu trofi bergengsi ketiga yang MU raih musim 1998/99. Manchester United jadi tim pertama yang meraih treble sejak reformasi Champions League di tahun 1992. Setan Merah juga jadi tim Inggris pertama yang punya gelar itu.

Setelah itu, hanya ada tiga klub yang bisa dapat gelar treble. Dua klub di antaranya meraih gelar tersebut dua kali. Jadi ada 5 tim yang punya gelar treble sejak tahun 2000. Tapi siapakah yang terbaik di antara lima tim itu? Berikut daftarnya.

Bayern Munchen (2012-13)

Korban final Champions League MU, Bayern Munchen baru bisa mendapatkan gelar treble winner tersebut 14 tahun kemudian, tepatnya di musim 2012/13. Itu jadi pertama kalinya tim Jerman bisa dapat treble.

Bayern musim itu meraih treble dengan memanfaatkan tiap momentum yang ada. Ya, saat itu Borussia Dortmund dalam awal masa keruntuhan rezim Jurgen Klopp setelah dua musim sebelumnya menguasai Bundesliga.

Bayern yang dikepalai pelatih legendaris, Jupp Heynckess memuncaki liga dengan hanya sekali kalah, dan selisih 25 poin dari Dortmund. Kemudian menghancurkan Wolfsburg di final DFB Pokal. Sebelum akhirnya mengalahkan Dortmund di final Liga Champions.

Pencapaian Bayern musim itu memang tidak bisa diragukan lagi. Tapi menarik untuk dibayangkan bagaimana nasib Bayern kalau saat itu Messi bisa bermain di semifinal dan Barca masih dilatih Pep. Dan bagaimana kalau Mario Gotze fit di laga final.

Inter Milan (2009-10)

Musim 2009/10 adalah musim yang selalu dikenang oleh Interisti manapun. Mereka jadi tim Italia pertama, dan sampai sekarang satu-satunya yang dapat gelar treble winner. Ini juga jadi pertama kalinya Inter Milan menjuarai Liga Champions dalam 45 tahun terakhir. Jadi semua ini terasa sangat spesial.

Nerazzurri tidak akan bisa meraih semua itu kalau bukan karena Jose Mourinho. Tentu, para pemain punya peran yang tak kalah vital. Tapi Mourinho lah yang menyulap Inter jadi skuad yang diperhitungkan di Eropa.

The Special One datang pada tahun 2008. Ia langsung mendapatkan scudetto di musim pertamanya. Tapi itu bukan tantangan bagi Mou. Inter memang sudah mendominasi Italia sejak Juventus terkena kasus calciopoli. Tantangan Mou adalah membangun ulang tim.

Luis Figo pensiun, sedangkan Adriano, Julio Cruz, dan Hernan Crespo hengkang. Tapi Mou mampu mengganti para legenda itu dengan para legenda baru. Ia mendatangkan Wesley Sneijder, Diego Milito, dan Thiago Motta. Mou memang melepas Ibra yang ingin dapat lebih banyak trofi. Tapi ia mendapat Samuel Etoโ€™o sebagai penggantinya.

Barcelona (2014-15)

Barcelona tidak baik-baik saja di musim 2013/14. Mereka tidak dapat trofi selain Supercopa de Espana. Proyek yang dibangun bersama Gerardo Martino juga terbukti gagal. Di musim 2014/15, Barca pun mengangkat pelatih baru. Orang itu adalah Luis Enrique, mantan pelatih Barcelona B.

Setelah eksperimen gagal di Roma, ia disambut pulang ke Barcelona. Enrique mungkin memang bukan pelatih yang punya banyak fans. Tapi salah satu yang bisa kita apresiasi adalah kebijakan transfernya di musim panas 2014/15.

Ia mendatangkan Marc Andre Ter Stegen dan Ivan Rakitic untuk menyegarkan skuad. Mereka langsung jadi bagian penting dari Barcelona. Oh iya, bagaimana kita bisa lupa Barca juga mendatangkan Luis Suarez di musim itu. Dengan datangnya bomber Uruguay itu, Enrique menciptakan trio MSN yang jadi trio penyerang paling tajam dalam sejarah.

Musim 2014/15 terasa sangat mudah Barca jalani. Mereka menjuarai Copa del Rey setelah mengalahkan Athletic Bilbao di final, Unggul dua poin dari Real Madrid sampai akhir musim La Liga. Juga mengalahkan Juventus di final Liga Champions.

Bayern Munchen (2019-20)

Tujuh setelah Bayern Munchen dapat gelar treble pertama mereka, the bavarians kembali raih treble. Tapi awal musim Bayern tidak begitu mengesankan. Pelatih mereka saat itu, Niko Kovac membawa Bayern hanya lima kali menang dalam 10 pertandingan liga pertama. Termasuk kekalahan memalukan 5-1 lawan Eintracht Frankfurt.

Setelah itu, Niko Kovac pun dipecat dan posisinya digantikan oleh Hansi Flick. Bayern kembali ke jalur kemenangan setelah itu. Meskipun sempat kalah dua kali berturut-turut lawan Leverkusen dan Monchengladbach di akhir November dan awal Desember 2019, die bayern tidak pernah kalah setelah itu. Hanya sekali menelan hasil imbang. Sisanya Hansi Flick sapu bersih dengan kemenangan.

Piala liga juga mereka rengkuh dengan mudah setelah mengalahkan Leverkusen di final. Oh iya, tidak hanya di Bundesliga dan piala liga. Bayern juga mendominasi di Liga Champions. Mereka adalah tim pertama yang mencatatkan 100% kemenangan di setiap laga Liga Champions dalam satu musim. Bayern juga meraih UEFA Super Cup dan Piala Dunia Antar Klub untuk melengkapi gelar sectupel di tahun 2021

Barcelona (2008-09)

Satu dekade setelah Manchester United membuat sejarah sebagai tim Inggris pertama yang dapat gelar treble, Barcelona melakukan hal yang serupa. Mereka jadi tim Spanyol pertama yang punya gelar bergengsi itu.

Semua tim yang ada di daftar ini memang punya satu kesamaan. Mereka menjuarai tiga trofi bergengsi dalam satu musim. Tapi ada satu yang membedakan antara empat tim lainnya dengan Barcelona ini. Yaitu bagaimana cara Barcelona musim 2008/09 bermain dengan keindahan tiki-taka mereka.

Setelah dua musim kemarau trofi bersama Frank Rijkaard, Barcelona mengangkat Pep Guardiola jadi pelatih tim utama di tahun 2008. Ia langsung melakukan perubahan ekstrem dalam skuad. Seperti menjual Ronaldinho dan Deco untuk membuat ruang bagi Messi bersinar.

Keputusannya sama sekali tidak salah. Pep membangun era baru dominasi Spanyol dan Eropa. Mereka memuncaki klasemen La Liga dengan jarak 9 poin dari Real Madrid. Di Copa del Rey, Barca dengan mudah mengalahkan Athletic Bilbao.

Di liga Champions, Blaugrana harus memulai perjalanan dari babak kualifikasi setelah hanya finis di peringkat tiga di musim sebelumnya. Mereka mengalahkan Bayern Munchen di perempat final, kemudian meraih kemenangan kontroversial lawan Chelsea di semifinal. Sebelum akhirnya mengalahkan MU di final.

Di tahun setelahnya, mereka juga mengkonversi treble jadi sextupel. sextupel, tiki-taka, dan Messi, Barcelona musim ini tidak diragukan lagi adalah tim treble terbaik setelah tahun 2000.

Sumber referensi: Premier League, Sportskeeda, Btl, One, Bayern

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *